BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan kini makin serius dengan memaksimalkan peran teknologi digital.

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membangun sistem terpadu yang memastikan bantuan sosial benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik penanggulangan kemiskinan, mulai dari data yang tidak sinkron, bantuan yang tumpang tindih, hingga rendahnya dampak jangka panjang dari program sosial.

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada integrasi data sosial-ekonomi, penguatan sistem digital pemerintah, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 5 Mengadakan Bimbingan Belajar Malam di Dusun Kaligawe Kelurahan Susukan

Menurut Budiman, pendekatan digital menjadi krusial agar kebijakan tidak lagi berbasis asumsi, melainkan data yang akurat dan mutakhir.

Dengan begitu, bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

“SITASKIN menjadi terobosan negara dalam mengatasi kemiskinan struktural. Sistem ini mengintegrasikan data, pendanaan, dan pemberdayaan ekonomi desa agar bantuan bersifat produktif dan berkelanjutan,” ujar Budiman dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Budiman menjelaskan bahwa sistem tersebut ditopang oleh Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang terhubung dengan ekosistem koperasi desa.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Ikut Sukseskan Posyandu Lansia dan Balita Mawar 3 di Desa Watuagung

Skema ini diharapkan mampu mendorong masyarakat miskin tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga pelaku ekonomi produktif.

Dengan fondasi tersebut, pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pada 2029.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada kecanggihan teknologi semata.

Menurutnya, teknologi harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

“Transformasi digital harus menghadirkan keadilan dan membuka akses bagi masyarakat yang tertinggal. Teknologi tidak boleh jauh dari nilai kemanusiaan,” kata Meutya.

Baca juga:  CPNS 2026 Kembali Dibuka, Ini Sektor yang Jadi Fokus Pemerintah

Ia memaparkan, berdasarkan data pemerintah, tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2025 tercatat sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan September 2024 yang berada di level 8,57 persen.

Meski tren kemiskinan menunjukkan penurunan, Meutya menilai langkah percepatan tetap diperlukan, terutama untuk menekan kemiskinan ekstrem.

Karena itu, Komdigi dan BP Taskin sepakat memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari pertukaran data, optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga edukasi publik dan penguatan infrastruktur komunikasi nasional.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya
Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga
Industri AMDK Didorong Lebih Bertanggung Jawab, DPR Ingatkan Risiko Kesehatan dan Lingkungan
Mahasiswa KKN UPGRIS Hadirkan Kegiatan Ecoprint dalam Upaya Pembelajaran Kontekstual di SDN Beji 02
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Gelar Parenting Bijak Mengelola Screen Time di Era Digital di Pos PAUD RW 09 Gemah
SPHP Beras Diperpanjang hingga Akhir Februari 2026, Pemerintah Jaga Harga Jelang Ramadan
ASN Ikut Komcad, DPR Ingatkan Hak Kepegawaian dan Netralitas Birokrasi Harus Dijaga
Ombudsman Pastikan Pemkab Raja Ampat Jalankan Putusan PN Sorong soal Ganti Rugi Rp3,56 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:18 WIB

BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:15 WIB

Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:32 WIB

Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:31 WIB

Industri AMDK Didorong Lebih Bertanggung Jawab, DPR Ingatkan Risiko Kesehatan dan Lingkungan

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:31 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Hadirkan Kegiatan Ecoprint dalam Upaya Pembelajaran Kontekstual di SDN Beji 02

Berita Terbaru