Anggaran PPPA dan KPAI 2026 Menyusut, DPR Khawatir Perlindungan Perempuan dan Anak Melemah

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun anggaran 2026.

Menurutnya, pemangkasan anggaran tersebut tidak sejalan dengan besarnya tantangan perlindungan perempuan dan anak yang kian kompleks di Indonesia.

Azis menilai, kondisi ini berpotensi melemahkan upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak justru menunjukkan peningkatan.

“Visinya luar biasa, prioritasnya juga sangat baik. Tapi faktanya, setiap tahun kasusnya naik, sementara anggarannya justru turun,” ujar politikus PDI Perjuangan itu dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kolaborasi dengan RS PKU Muhammadiyah Boja Gelar Pemeriksaan Kesehatan Mata di Desa Peron

Lebih jauh, Azis mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak hanya berdampak pada kinerja lembaga, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Ia menyoroti masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum terungkap ke permukaan.

Menurutnya, fenomena ini ibarat gunung es. Data yang tercatat dan dilaporkan hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

“Ini soal kepercayaan publik. Kasus-kasus ini seperti fenomena gunung es. Yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara banyak kasus lain yang tidak dilaporkan,” kata Azis.

Dalam konteks tersebut, peran negara melalui kebijakan dan dukungan anggaran dinilai sangat krusial, terutama untuk memastikan korban merasa aman dan berani melapor.

Baca juga:  Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh

Azis juga mendorong Kementerian PPPA dan KPAI untuk lebih fokus melakukan kajian mendalam terkait akar persoalan meningkatnya kasus kekerasan.

Menurutnya, strategi penanganan harus disusun secara lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya pada aspek pencegahan.

Dengan cakupan kerja yang luas secara nasional, sementara anggaran terbatas, penguatan upaya pencegahan dinilai sebagai langkah paling realistis dan berdampak jangka panjang.

“Kalau cakupan penanganannya se-Indonesia tapi anggarannya terbatas, maka pencegahan harus diperkuat. Apakah melalui sosialisasi, edukasi publik, atau publikasi yang lebih masif, itu perlu dikaji secara serius,” ujarnya.

Ia menilai, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat bisa menjadi kunci untuk menekan angka kekerasan, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2026), Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi melaporkan bahwa alokasi anggaran kementeriannya pada tahun 2026 hanya sebesar Rp 214,1 miliar.

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp 282 miliar.

Sementara itu, Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah juga menyampaikan bahwa anggaran lembaganya turut mengalami pemangkasan.

Berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), anggaran KPAI pada 2026 tercatat sebesar Rp 5,72 miliar, atau turun sekitar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia
LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan
MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan
Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya
School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri
Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula
Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:04 WIB

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:04 WIB

LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:03 WIB

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Berita Terbaru

Berita

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:03 WIB