Menteri Ekraf Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Jan 2026 15:16 34 jatengvox

Jatengvox.com –  Pengembangan ekonomi kreatif nasional tak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha—menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem kreatif yang inklusif sekaligus berkelanjutan.

Hal ini ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Atas Langit Festival di Sentul, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai pihak mampu melahirkan ruang kreatif yang hidup dan produktif.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah bertemunya kreator, pelaku UMKM, investor, hingga komunitas industri kreatif dalam satu ekosistem.

Menurut Teuku Riefky, kehadiran ruang kreatif memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.

Ruang semacam ini membuka peluang kolaborasi, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya inovasi baru yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Edukasi BPJS Kesehatan kepada Ibu-Ibu PKK Desa Kenteng

“Bangga dan mengapresiasi Atas Langit Festival yang diinisiasi Pengusaha Harapan Bangsa (PHB) bersama teman-teman Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), khususnya HIPMI Culinary Indonesia (HCI). Acara ini dikemas sangat kreatif dengan mengombinasikan grand opening, fun run, dan creative experience,” ujar Riefky dalam Atas Langit Festival: Grand Opening, Ceremony Fun Run & Creative Experience, Sabtu (24/1/2026).

Ia menilai pendekatan kreatif semacam ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya soal produk, tetapi juga pengalaman dan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga:  Himbauan Kepada Masyarakat untuk Taat Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api Demi Keselamatan Bersama

Lebih lanjut, Riefky menekankan bahwa pengembangan ruang kreatif perlu dibarengi dengan program pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Langkah ini penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif di pasar yang semakin kompetitif.

Dalam konteks ini, subsektor kuliner disebut memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas. Inovasi menu, kemasan, hingga pengalaman konsumen menjadi kunci agar pelaku kuliner lokal mampu bersaing dan naik kelas.

Apresiasi juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga:  Fungsi KYC dalam Menjaga Keamanan Akun Trading

Ia menilai kepemimpinan Menteri Ekraf telah mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan di 17 subsektor ekonomi kreatif semakin solid.

“Di bawah kepemimpinan Menteri Ekraf, semakin banyak elemen yang bergerak maju dan berkolaborasi. Kita patut bangga dengan ragam produk dan kuliner lokal yang kualitasnya siap mendunia,” kata AHY.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA