Jatengvox.com – Indonesia kembali mengambil peran strategis di panggung global. Pemerintah resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengupayakan perdamaian di kawasan konflik, khususnya Gaza, Palestina.
Keikutsertaan ini menandai langkah diplomasi penting Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kehadiran Indonesia di Dewan Perdamaian merupakan momentum bersejarah yang membuka peluang nyata bagi terwujudnya perdamaian di Gaza.
Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam pertemuan internasional di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Dewan Perdamaian sendiri merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari upaya global menghentikan konflik Gaza–Israel.
“Ini kesempatan bersejarah. Benar-benar menjadi peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza, Palestina,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Kepala Negara, situasi kemanusiaan di Gaza mulai menunjukkan perbaikan. Bantuan internasional terus mengalir dan penderitaan warga sipil secara bertahap berkurang. Indonesia, kata Prabowo, harus ikut ambil bagian dalam proses tersebut.
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Pemerintah menilai upaya penyelesaian konflik global merupakan bagian dari amanat Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Indonesia tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai aktor yang berkomitmen mendorong solusi konkret bagi Palestina.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah strategis dan konstruktif untuk mengakhiri perang di Gaza sekaligus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Ini langkah konkret penyelesaian konflik di Gaza. Partisipasi Indonesia di Board of Peace adalah wujud dukungan nyata dan strategis bagi terwujudnya Palestina merdeka,” kata Sugiono.
Ia menjelaskan, gagasan pembentukan Dewan Perdamaian telah dibahas sejak Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 2025.
Rencana tersebut kemudian diperkuat melalui pertemuan lanjutan di Mesir, yang juga dihadiri Presiden Prabowo.
Keterlibatan Indonesia di Board of Peace dinilai sebagai pengakuan internasional terhadap posisi dan konsistensi diplomasi Indonesia dalam isu perdamaian global.
Pemerintah Indonesia diundang langsung untuk bergabung oleh Ketua Dewan Perdamaian dengan representasi di tingkat kepala negara.
“Pandangan Indonesia soal perdamaian diakui dunia. Karena itu kita diundang untuk terlibat langsung,” ujar Sugiono.
Editor : Murni A














