Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal pada Jumat (16/1/2026) dini hari sempat berdampak pada kelancaran perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah.

Luapan air sungai menyebabkan lintasan rel antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri terendam, sehingga PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa menghentikan sementara operasional perjalanan demi menjaga keselamatan penumpang.

PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Penghentian perjalanan dilakukan sebagai langkah preventif karena kondisi lintasan dinilai belum aman untuk dilalui rangkaian kereta.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai di sekitar jalur rel meningkat drastis hingga meluap.

Baca juga:  Nawal Arafah Yasin Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Air yang menggenangi lintasan membuat petugas harus mengambil keputusan cepat untuk menghentikan perjalanan kereta.

“Lintasan rel terendam air akibat luapan sungai. Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan agar keselamatan pelanggan tetap terjaga,” ujar Anne, Jumat (16/1/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan risiko operasional, mengingat jalur Pantura merupakan salah satu lintasan utama yang dilalui banyak perjalanan kereta api penumpang antarkota.

Setelah intensitas hujan menurun, petugas lapangan langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Pemeriksaan dan pembersihan lintasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi rel kembali aman dilalui.

Saat ini, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri sudah kembali dapat dilewati oleh kereta api penumpang.

Baca juga:  Serunya Membatik Ala Alam: Anak-anak SDN Pakopen 2 Antusias Coba Ecoprint

Namun demikian, KAI memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu seluruh proses perbaikan prasarana selesai sepenuhnya.

Pembatasan kecepatan ini dinilai penting untuk memastikan stabilitas lintasan dan meminimalkan potensi gangguan lanjutan.

Gangguan pada jalur Pantura Kendal berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api penumpang.

Tercatat sebanyak 18 perjalanan kereta antarkota, baik yang menuju arah timur maupun barat, mengalami keterlambatan.

Durasi keterlambatan bervariasi, mulai dari sekitar delapan menit hingga mencapai 2,5 jam.

Antrean rangkaian kereta menjadi salah satu faktor yang menyebabkan waktu tempuh lebih panjang dari jadwal normal.

Baca juga:  Komnas HAM Catat 11 Orang Tewas dalam Tragedi Demo Berdarah, Publik Pertanyakan Peran Aparat

Meski demikian, KAI memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan pelayanan dan informasi yang diperlukan selama proses penanganan berlangsung.

Pelayanan kereta api di wilayah Jawa Tengah kini berangsur kembali normal. Petugas teknis KAI masih terus melakukan pemantauan serta perbaikan lanjutan untuk memastikan kondisi prasarana benar-benar aman dan stabil.

Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di jalur strategis seperti Pantura.

“Saat ini perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal. Petugas tetap melakukan pemantauan dan perbaikan lanjutan agar layanan kepada pelanggan dapat berjalan lancar,” jelas Wisnu.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru