Jatengvox.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi’i menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran madrasah dalam menjawab tantangan zaman.
Ke depan, ia mencita-citakan setiap provinsi di Indonesia memiliki tiga tipologi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan dengan fokus yang berbeda namun saling melengkapi.
Gagasan tersebut disampaikan Romo Syafi’i saat melakukan kunjungan ke MAN 2 Yogyakarta, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, diferensiasi madrasah bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial, teknologi, dan dunia kerja yang terus berubah.
Romo Syafi’i menjelaskan, tiga model MAN unggulan yang akan dikembangkan meliputi MAN Insan Cendekia (IC), MAN Program Keagamaan (PK), serta MAN Kejuruan atau Vokasi.
MAN Insan Cendekia akan diarahkan sebagai pusat penguatan riset, sains, teknologi, dan penguasaan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Madrasah ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang unggul dalam inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, MAN Program Keagamaan tetap memegang peran strategis sebagai ruang pendalaman ilmu agama. Namun, pendekatan keilmuannya didorong lebih kontekstual, membumi, dan relevan dengan persoalan sosial kemasyarakatan.
“Pendalaman agama tetap penting, tapi harus mampu menjawab realitas kehidupan hari ini,” ujar Romo Syafi’i.
Penekanan khusus diberikan Romo Syafi’i pada pengembangan MAN Kejuruan atau Vokasi. Madrasah tipe ini akan difokuskan untuk mencetak lulusan yang memiliki keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya pintar mengaji, tapi juga punya skill yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran MAN Kejuruan menjadi jawaban atas tantangan ketenagakerjaan, sekaligus membuka peluang bagi santri untuk terjun langsung ke sektor profesional dengan bekal akhlak dan kompetensi.
Visi besar ini, lanjut Romo Syafi’i, sejalan dengan rencana strategis Kementerian Agama yang tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Vokasi.
Direktorat baru ini akan bertugas memetakan kebutuhan madrasah, menyusun kurikulum adaptif, serta memastikan lulusan madrasah mampu bersaing di era disrupsi.
“Pembentukan Direktorat Vokasi adalah langkah konkret agar madrasah kita tidak tertinggal dan tetap relevan,” ujarnya.
Editor : Murni A













