BNPB Catat Lebih dari 3.000 Bencana Sepanjang 2025, Ancaman Hidrometeorologi Masih Mengintai Awal 2026

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Indonesia kembali dihadapkan pada tingginya risiko bencana sepanjang 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 24 Desember 2025 telah terjadi 3.176 kejadian bencana di berbagai wilayah Tanah Air. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut, tingginya angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kesiapan dan kesiapsiagaan bencana perlu diperkuat secara serius, tidak hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh pemerintah daerah.

“Tingginya jumlah bencana hidrometeorologi basah menunjukkan perlunya kesiapan dan kesiapsiagaan yang lebih serius di seluruh daerah,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Menurut Suharyanto, tren bencana yang terjadi sejalan dengan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dinamika cuaca dan iklim. Peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah disebut menjadi pemicu utama meningkatnya kejadian banjir dan longsor.

Kondisi ini, lanjutnya, menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa lagi bersifat reaktif. Upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

BNPB menilai, selama ini masih terdapat ketergantungan besar kepada pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Padahal, kesiapsiagaan di tingkat daerah justru menjadi kunci dalam mengurangi dampak dan korban saat bencana terjadi.

Baca juga:  308 Gerakan Pangan Murah Digelar Jelang Ramadan 2026, Pemprov Jateng Jaga Harga Tetap Stabil

“Penanggulangan bencana sudah tidak bisa lagi hanya menjadi urusan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota harus memperkuat kesiapan di wilayah masing-masing,” tegas Suharyanto.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB bersama sejumlah kementerian dan lembaga terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Fokusnya adalah memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal 2026.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, Indonesia saat ini masih berada dalam fase La Nina lemah yang diprediksi berlangsung hingga awal 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah.

“Kondisi tersebut membuat uap air mudah terbentuk dan memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif,” jelas Faisal.

Baca juga:  KKN Desa Kedungsari Hadirkan Kreasi Totebag Ecoprint untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

BMKG bahkan menyebut perairan Indonesia saat ini berperan layaknya mesin uap pembentuk awan hujan. Dampaknya, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026, dengan intensitas hujan yang bisa tergolong sangat tinggi di beberapa daerah.

Meski demikian, BMKG memprediksi mulai Februari 2026, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan. Wilayah tersebut antara lain pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, serta sebagian Jambi.

Namun, BMKG tetap mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak lengah. Pola cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim global membuat potensi bencana tetap perlu diwaspadai.

Editor : Murni A

Satu tanggapan untuk “BNPB Catat Lebih dari 3.000 Bencana Sepanjang 2025, Ancaman Hidrometeorologi Masih Mengintai Awal 2026”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru