MPR Dorong Evaluasi Total Mobil MBG Usai Insiden Tabrak Siswa di SDN Kalibaru

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Insiden mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara, menjadi alarm serius bagi penyelenggaraan program strategis nasional tersebut.

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pun angkat suara, mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) yang berjanji melakukan evaluasi menyeluruh pascainsiden tersebut.

Menurutnya, langkah evaluasi tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus dijalankan secara jujur dan profesional.

“Komitmen Kepala BGN untuk evaluasi menyeluruh itu patut didukung. Karenanya, harus betul-betul diwujudkan dan dikerjakan dengan serius, jujur, dan profesional,” ujar HNW dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Ia menekankan, program MBG merupakan kebijakan penting negara yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak. Karena itu, pengelolaannya harus memenuhi standar tertinggi.

Baca juga:  Posyandu Lansia di Dusun Dawung, Wujudkan Hidup Sehat Bersama Puskesmas dan PKH

HNW menilai evaluasi tidak cukup hanya berhenti pada aspek teknis kendaraan. Ia meminta BGN turut meninjau pengelola dapur dan yayasan yang terlibat dalam distribusi MBG, termasuk sistem rekrutmen dan penugasan sopir.

“Evaluasi harus sampai pada tata kelola distribusi MBG, termasuk mobil dan sopir yang mengantarkan makanan. Agar tidak terulang kasus kelalaian gara-gara sopir pengganti yang berujung menjadi musibah,” tegasnya.

Menurut HNW, pergantian sopir tanpa pengawasan dan pembekalan memadai bisa berisiko tinggi, terlebih distribusi dilakukan di lingkungan sekolah dasar.

Selain faktor sumber daya manusia, HNW juga menyoroti aspek infrastruktur sekolah.

Ia meminta agar prosedur keluar-masuk kendaraan pengantar MBG di lingkungan sekolah dievaluasi secara ketat dengan mengutamakan keselamatan siswa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Desa Timpik Paparkan Program Kerja Bersama Perangkat Desa

Ia mengingatkan, banyak sekolah memiliki lahan terbatas, akses sempit, atau kontur tanah yang tidak rata. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Di luar evaluasi internal, HNW menegaskan pentingnya proses hukum yang adil dan tegas.

Ia meminta aparat kepolisian menindak siapa pun yang terbukti lalai, baik sopir, kernet, maupun pihak yang memberikan penugasan.

“Ini demi menimbulkan efek jera,” katanya.

HNW juga mengapresiasi respons cepat Polri yang langsung turun ke lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta memeriksa pengemudi mobil pengantar MBG.

Dalam pernyataannya, HNW turut menyampaikan doa bagi para siswa dan guru korban kecelakaan agar segera pulih.

Ia berharap insiden ini tidak menimbulkan trauma berkepanjangan terhadap program MBG.

Baca juga:  RESMI DIBUKA! Seleksi Calon Anggota BAZNAS 2025–2030, Kemenag Cari Sosok Berintegritas

Ia juga meminta pemerintah memberikan layanan trauma healing bagi seluruh siswa SDN Kalibaru 01. Menurutnya, trauma tidak hanya dialami korban langsung, tetapi juga anak-anak yang menyaksikan kejadian tersebut.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional menyatakan telah memperketat prosedur operasional standar (SOP) pascainsiden tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi para korban dan memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung.

BGN juga menghentikan sementara distribusi MBG di SDN Kalibaru 01 untuk kepentingan evaluasi. Dadan menjelaskan, layanan MBG di sekolah itu telah berjalan sejak 24 Maret 2025.

Ia mengungkapkan, dalam dua hari sebelum kejadian, sopir reguler berhalangan karena sakit dan digantikan oleh sopir cadangan.

“Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM, tetapi mungkin kurang berpengalaman. Kami masih mendalami penyebabnya,” ujar Dadan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran, Data Ganda hingga NIK Warga Meninggal Disisir
Presiden Prabowo Beri Arahan di Rapim TNI-Polri 2026, Pimpinan dari Seluruh Daerah Hadir di Istana
Menkomdigi Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan Jurnalis, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan
Langkah Nyata Mahasiswa KKN UPGRIS dalam Melestarikan Tradisi Nyadran Desa Leyangan
Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Pentingnya SIMFONI PPA Versi 3 dalam Penanganan Kekerasan
Perlindungan Anak di Ruang Digital Mendesak Jadi Prioritas Nasional, KPPPA Angkat Alarm Bahaya
Kemkomdigi Dorong Operator Seluler Perkuat Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Berbasis AI
Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:35 WIB

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran, Data Ganda hingga NIK Warga Meninggal Disisir

Senin, 9 Februari 2026 - 09:18 WIB

Presiden Prabowo Beri Arahan di Rapim TNI-Polri 2026, Pimpinan dari Seluruh Daerah Hadir di Istana

Senin, 9 Februari 2026 - 07:22 WIB

Menkomdigi Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan Jurnalis, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:03 WIB

Langkah Nyata Mahasiswa KKN UPGRIS dalam Melestarikan Tradisi Nyadran Desa Leyangan

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:29 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Pentingnya SIMFONI PPA Versi 3 dalam Penanganan Kekerasan

Berita Terbaru