Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Desa Timpik Paparkan Program Kerja Bersama Perangkat Desa

KKN UIN Walisongo Desa Timpik

Jatengvox.com – Dalam rangka perkenalan sekaligus membentuk ukhuwah dengan masyarakat di Desa Timpik, Kec. Susukan Kab. Semarang, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 134 mengadakan pemaparan program kerja yang telah dirancang untuk dijalankan selama 45 hari di Desa Timpik pada 25 Juli 2025.

Acara ini bertujuan untuk memberikan slayang pandang terkait Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program kerja yang membawa kebermanfaatan untuk desa dan juga mahasiswa KKN Ke-20 UIN Walisongo Semarang.

Pak Arifin selaku ketua Dusun Timpik sekaligus tangan kanan Kepala Desa Timpik, menghadiri kegiatan tersebut serta memberi sambutan mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir.

Baca juga:  Huntara Aceh Tamiang Dipercepat, Menteri PU Pastikan Warga Segera Tinggalkan Tenda Pengungsian

Pak Arifin mengungkapkan bahwa segala program kerja yang telah dirancang baiknya dilakukan dengan maksimal.

“Sebagai perangkat desa, saya mewakili masyarakat dengan senang hati akan membantu adik-adik KKN dalam menjalankan program kerja yang insyaAllah membawa manfaat untuk kemajuan Desa Timpik,” ucapnya.

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo untuk bersedia membantu, memberikan pengetahuannya kepada masyarakat desa terutama hal yang berkaitan dengan digitalisasi.

Koordinator Desa yaitu Muhammad Ali Fahruddin menyatakan bahwa program kerja yang dipaparkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarakkan Hari Santri di Desa Pasigitan Lewat Lomba Islami

“Seluruh program kerja yang dipaparkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa agar lebih selaras dan lebih berdampak positif untuk Desa Timpik nantinya,” jelas Ali.

Pemaparan program kerja oleh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang khususnya pada divisi pendidikan dan keagamaan yang memiliki program kerja mengajar TPQ dan madrasah, menghadirkan masukan dari Kepala Dusun Kaibon yaitu Bapak Sumadi.

“Saya sebagai Kadus Kaibon membutuhkan Mahasiswa KKN UIN untuk turut mengajar TPQ dan madrasah di dusun kaibon juga sama halnya seperti di dusun lainnya, karena melihat latarbelakang masyarakat di Dusun Kaibon jarang sekali keluaran dari pondok pesantren dan madrasah,” ungkapnya.

Baca juga:  Komnas Perempuan Desak Indonesia Lebih Tegas Hentikan Genosida di Gaza

Mendengar masukan dari Kepala Dusun Kaibon, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang siap memenuhi kebutuhan dari masyarakat Dusun Kaibon untuk lebih mempersiapkan diri semaksimal mungkin dalam hal mengajar TPQ dan madrasah secara menyeluruh di Desa Timpik.

 

Penulis : Anggota KKN MIT 20 Posko 134

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *