Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Pendampingan dan Sosialisasi Digitalisasi Media Pembayaran bagi UMKM Lokal Menggunakan QRIS

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Posko 31 UIN Walisongo  mengadakan pendampingan dan sosialisasi mengenai pembayaran digital atau QRIS di lingkup Dusun Sekutis, Desa Tabet, Kecamatan Limbangan pada Senin, 17 November 2025.

Program ini bertujuan untuk mendorong UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai untuk mengadopsi sistem pembayaran nontunai (digitalisasi).

Mahasiswa anggota KKN berharap dari adanya sosialisasi ini dapat menjembatani kesenjangan digital antara UMKM dan teknologi pembayaran modern, sambal mengasah kemampuan profesional mereka di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan proses mengunjungi para pelaku UMKM dengan sistem door to door.

Sebelumnya para anggota dari divisi Sosial dan Kewirausahaan menjelaskan tujuan mensosialisasikan secara singkat dan merinci dengan bahasa yang mudah dipahami bagi kaum awam tentang pengertian QRIS itu sendiri.

Baca juga:  Hingga Februari 2026, Pembiayaan Mobil Bekas BRI Finance Tumbuh 169,34% y.o.y

Selanjutnya, jika pelaku UMKM berminat dan setuju lalu kita lanjut ke tahap selanjutnya untuk pembimbing pembuatan QRIS. Di sini pemilik usaha kita jelaskan juga terlebih dahulu mengenai keuntungan yang didapatkan jika menggunakan QRIS tersebut.

Jika dirasa sudah paham, lalu yang bersangkutan kita bimbing untuk menginstal aplikasi yang digunakan sebagai media yang kita rasa paling mudah, aman, dan cepat dalam proses pembuatan QRIS.

Selain keuntungan kami juga memberikan rasa percaya dan rasa aman bagi pemilik usaha untuk melanjutkan proses pembuatan pembayaran digital tadi.

Perihal ini harus kami jelaskan dikarenakan adanya beberapa penduduk yang bercerita jika sebelumya ada yang melakukan penawaran juga mengenai QRIS, tetapi dari pihak pensoaialisasi meminta deposit dan biaya yang harus disetorkan secara rutin setiap bulannya.

Baca juga:  Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Tentu hal itu menyebabkan keraguan mendalam bagi para pelaku UMKM selama proses sosialisasi dari mahasiswa KKN.

Setelah dirasa semua materi telah disampaikan, pembimbingan pendaftaran data diri sebagai syarat pendaftaran QRIS pada aplikasi.

Karena diperlukannya email terkadang ada beberapa masyarakat yang belum memiliki hal tersebut. Dengan adanya hambatan tersebut kita juga membimbing pemenuhan semua syara yang diperlukan hingga QRIS itu sendiri bisa digunakan.

Seluruh proses kita damping hingga tuntas dan mencoba menjawab semua pertanyaan dari pelaku UMKM yang masih awam.

Proses pendampinan itu sendiri bisa mencapai maksimal durasi satu jam lamanya. Sebisa mungkin para anggota KKN tetap menciptakn suasana yang nyaman untuk tetap beinteraksi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T 28 UNDIP Dorong Energi Terbarukan dengan Pasang Penerangan Panel Surya di Desa Pugeran

Setelah QRIS telah muncul tidak lupa kita melakukan pengecekan apakah QRIS tersebut semestinya. Kami juga memastikan munculnya notifikasi.

Beberapa warga mengaku program kerja kami ini sangat bermanfaat karena mereka yang memiliki usaha tidak perlu bingung memberi uang kembalian dikarenakan langkanya uang receh di era ini.

Para mahasiswa KKN berharap program kerja ini dapat membantu para pelaku UMKM untuk berinovasi dalam menjalankan usaha mereka.

Dengan pencatatan transaksi yang otomatis via QRIS, kami juga berharap bapak dan ibu lebih mudah dalam mengelola keuangan, dan data transaksi ini bisa menjadi modal untuk mengajukan pendanaan di masa depan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru