Jatengvox.com – Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo Semarang Posko 129 menggelar sosialisasi dan diskusi penentuan arah kiblat di Balai Rakyat Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan pada Senin, (18/8/2025).
Kegiatan ini menjadi program kerja terakhir mereka selama berada di desa tersebut. Acara menghadirkan dua pemateri, yaitu Muslih, S.Ag., M.H., Ketua MWC NU Susukan, dan Iqbal Dzikri, S.E., penyuluh agama Islam KUA Susukan.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan takmir masjid dan musala dari setiap dusun, karang taruna, kepala desa beserta istri, serta mahasiswa KKN.
Dalam pemaparannya, Muslih menjelaskan berbagai metode penentuan arah kiblat, salah satunya adalah teknik fotokopi kiblat.
Teknik ini memungkinkan pengukuran arah kiblat di beberapa lokasi sekaligus pada waktu yang sama dengan memanfaatkan peristiwa matahari melintas di atas Ka’bah.
“Teknik fotokopi kiblat ini sangat membantu karena dengan satu momen bisa dipakai untuk banyak tempat sekaligus. Jadi masyarakat tidak perlu bingung lagi, apalagi ketika akan membangun masjid atau musala baru,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pengukuran arah kiblat musala dan masjid di Desa Ngasinan oleh M. Daviq Nuruzzuhal, mahasiswa KKN jurusan Ilmu Falak.
Praktik ini mengunakan instrumen Google Earth untuk menghitung kiblat secara kasar masjid dan musala se-Desa Ngasinan.
Dengan adanya pengukuran ini diharapkan masyarakat yang kiblat masjidnya melenceng terlalu jauh bisa dengan cepat meluruskan shaf ke arah kiblat.
Kepala Desa Ngasinan, Habib Sudarmono menyambut baik kegiatan tersebut karena permasalahan kiblat merupakan hal yang penting.
“Pengukuran arah kiblat sangatlah penting karena menyangkut ibadah salat. Jangan sampai salah arah hingga justru menghadap ke arah lain,” terangnya.
Koordinator KKN, Ahmad Sadam, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi penutup program kerja mereka KKN di Desa Ngasinan.
Ia berharap kegiatan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat yang telah menyematkan untuk hadir pada malam tersebut.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bisa menjadi bekal pengetahuan bagi masyarakat Desa Ngasinan khususnya yang hadir pada malam ini. Semoga kegiatan ini terus bermanfaat meski KKN sudah berakhir,” pungkasnya.
Dengan adanya sosialisasi dan praktik langsung ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih mudah memastikan arah kiblat dengan tepat sehingga pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai tuntunan.