Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Cegah Perdagangan Orang

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menegaskan bahwa praktik ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan yang merampas martabat manusia.

Pemeriksaan dan berbagai laporan yang masuk memperlihatkan bahwa kasus TPPO terus berkembang, sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih serius dan terpadu.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan perlindungan menyeluruh kepada para korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, upaya menanggulangi TPPO bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gagas Inovasi Tahu Aci di Desa Tamanrejo, Dorong Kreativitas dan Ekonomi Warga

“TPPO ini bukan sekadar pelanggaran hukum saja, tetapi kejahatan serius terhadap martabat manusia. Karena itu butuh penanganan yang komprehensif, kolaboratif melibatkan seluruh sektor,” ujar Veronica dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).

Veronica menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok rentan yang kerap menjadi sasaran jaringan perdagangan orang.

Selain itu, peningkatan kapasitas aparat, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi prioritas agar penindakan terhadap pelaku dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus TPPO banyak terjadi karena korban tergiur iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri. Minimnya informasi dan lemahnya pengawasan membuat korban mudah terjebak dalam eksploitasi.

Baca juga:  Kementan Genjot Kemandirian Pangan Lewat Perluasan Lahan dan Teknologi Pertanian

“Kami ingin memastikan bahwa perempuan dan anak-anak tidak lagi menjadi korban. Ini tanggung jawab bersama, dan hanya bisa diselesaikan jika semua pihak bergerak bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat juga mengintensifkan sosialisasi mengenai bahaya TPPO dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Kegiatan ini menyasar masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas dan potensi kejahatan lintas negara.

Kepala Bidang Inteligen dan Kepatuhan Internal Keimigrasian Kanwil Imigrasi Jakarta, Hamdan Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa banyak kasus berawal dari janji palsu yang sulit diverifikasi oleh calon pekerja.

Baca juga:  Perancangan Media Informasi, Edukasi, dan Promosi CFD Berbasis Konsep Omotenashi oleh Mahasiswi KKN-T UNDIP

Tak jarang, korban berangkat dengan harapan kesejahteraan, namun setibanya di negara tujuan justru mengalami kekerasan, eksploitasi, hingga kehilangan kebebasan.

“Beberapa waktu lalu ada yang berangkat dengan janji gaji besar, ternyata sampai sana diperlakukan tidak baik, bahkan ada yang tidak bisa pulang. Itu menjadi beban bagi negara dan kami ingin masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan aman,” jelas Hamdan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis
Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent
Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi sebagai Langkah Strategis Perusahaan untuk Akselerasi Bisnis

Jumat, 24 April 2026 - 09:03 WIB

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Berita Terbaru

Berita

Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:03 WIB