Pemprov Jateng Apresiasi Peran FK Metra dan KIM dalam Tangkal Hoaks Digital

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk tetap menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi yang edukatif dan menyejukkan.

Lewat pertunjukan rakyat dan film pendek, dua wadah ini mampu menyampaikan program serta kebijakan pemerintah dengan cara yang dekat dengan masyarakat.

Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jateng, Dhoni Widianto, menegaskan bahwa FK Metra dan KIM memiliki peran penting di tengah maraknya arus informasi digital. Menurutnya, pendekatan berbasis seni tradisional justru lebih efektif menjangkau lapisan masyarakat yang luas.

“Apa yang mereka lakukan ini sangat mendukung pemerintah, khususnya dalam menyampaikan informasi kebijakan agar masyarakat tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami,” ujarnya seusai acara Penghargaan FK Metra dan KIM Jawa Tengah 2025 di Hotel Grasia, Kota Semarang, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca juga:  Gubernur Jateng Dorong Kios JTAB Hadir di Seluruh Pasar, Jaga Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Kegiatan tahunan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah ini menjadi ajang penghargaan bagi para pelaku komunikasi berbasis kearifan lokal.

Tahun ini, FK Metra Karanganyar berhasil meraih Juara I kategori pertunjukan rakyat lewat karya “Pah Poh (Sampah Kemproh)”. Sementara KIM Duta Laksana Tanjunganom Wonosobo menyabet Juara I kategori film pendek dengan film berjudul “Mari”.

Selain itu, sejumlah karya lain juga mendapat apresiasi. Misalnya, FK Metra Kota Semarang dengan pertunjukan “Ojo Ndableg” di posisi kedua, serta FK Metra Temanggung lewat “Lurah Sampah” di peringkat ketiga.

Baca juga:  Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Untuk kategori film pendek, posisi runner-up ditempati KIM Manteb Karangpandan Karanganyar dengan “Muntab”, disusul KIM Kalangatur Kalerang Wonosobo dengan “Bukane Untung Malah Buntung”.

Dhoni menambahkan, tema lomba yang diangkat tahun ini, yakni “Ora Nyampah” untuk pertunjukan rakyat dan “Waspada Judi Online” untuk film pendek, dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

“Tahun depan kami berharap tema lomba bisa mengangkat isu ketahanan pangan. Ini sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden dan Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ahmad Luthfi,” tambahnya.

Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menjelaskan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini bukan hanya pada banyaknya informasi, tetapi juga pada kualitas dan keakuratannya.

Baca juga:  Jateng Dorong Percepatan Pembentukan Satgas Penuntasan Sampah di Daerah

Dalam situasi maraknya hoaks dan konten manipulatif yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan, FK Metra dan KIM diharapkan dapat menjadi “juru penerang” di tengah masyarakat.

“FK Metra dan KIM mampu menyampaikan pesan melalui pendekatan seni dan budaya lokal, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat sesuai karakter daerah masing-masing,” jelas Agung.

Menurutnya, tidak semua pesan pemerintah bisa efektif disebarkan melalui media daring. Pendekatan berbasis komunitas seperti yang dilakukan FK Metra dan KIM menjadi jembatan penting agar informasi pemerintah tidak hanya terkirim (sending), tetapi juga benar-benar sampai dan dipahami (delivered) oleh masyarakat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027
Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah
Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi
Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman
Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun
Stok Pangan Jawa Tengah Dipastikan Aman Jelang Ramadan Meski Cuaca Ekstrem
Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:09 WIB

BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:13 WIB

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:43 WIB

Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:24 WIB

Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:01 WIB

Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun

Berita Terbaru