Edukasi Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Siswa SDN 2 Kebonsari Daur Ulang Tutup Botol Plastik

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 20:00 10 jatengvox

Jatengvox.com – Upaya nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 162.

Bertempat di SD Negeri 2 Kebonsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, para mahasiswa menggelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah plastik berupa tutup botol menjadi produk gantungan kunci bernilai guna pada Rabu (12/8/2026).

Kegiatan inovatif ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta didik dari kelas 4 hingga kelas 6.

Diinisiasi oleh Divisi Ekonomi Kreatif Posko 162, program ini mengusung tema kreatif “Reduce, Reuse, Recycle: Tutup botol bekas, jadi hiasan tas!”.

Kegiatan sosialisasi ini lahir sebagai respons atas keresahan warga terhadap permasalahan penumpukan sampah di Desa Kebonsari, yang diperparah oleh minimnya lahan pembuangan serta fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.

Baca juga:  Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif Posko 162, Hikmah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bertujuan untuk mengurangi limbah, tetapi juga untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa sejak dini.

“Tujuan diadakannya sosialisasi ini tentunya untuk mengenalkan siswa terhadap jenis-jenis sampah di sekitar mereka, sekaligus mengedukasi agar lebih peduli lingkungan. Kami juga ingin membuka wawasan para siswa bahwa limbah jika didaur ulang bisa memiliki nilai ekonomi atau menjadi cuan,” ungkap Hikmah.

Dalam sesi pemaparan materi, para mahasiswa KKN memberikan pemahaman dasar mengenai pengelompokan sampah, yakni sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Siswa juga diedukasi mengenai konsep 3R sebagai pilar utama pengelolaan lingkungan, yaitu Reduce (mengurangi pemakaian barang sekali pakai), Reuse (memanfaatkan kembali barang yang sudah terpakai), dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat).

Sebagai contoh konkret dari penerapan Recycle pada sampah anorganik, mahasiswa mencontohkan tutup botol plastik yang sehari-hari sering dibuang, ternyata dapat dikreasikan menjadi gantungan kunci yang menarik.

Baca juga:  Kebersamaan Mahasiswa KKN dan Siswa SD 2 Kalirejo Warnai Peringatan Hari Santri Nasional

Tidak sekadar memberikan teori, mahasiswa KKN langsung mengajak para siswa untuk mempraktikkan proses daur ulang tersebut.

Mereka memperkenalkan berbagai alat yang dibutuhkan, seperti tutup botol bekas, setrika (sebagai alat pemanas), gunting, ring gantungan kunci, cetakan, solder, kertas teflon, tang, hingga kuteks bening.

Agar lebih mudah dipahami, mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan limbah tutup botol tersebut secara terstruktur:

Pemotongan: Gunting tutup botol plastik menjadi serpihan-serpihan kecil agar mudah dilelehkan.

Pelelehan: Letakkan serpihan tersebut di atas kertas teflon, lalu panaskan menggunakan setrika dengan suhu maksimal hingga serpihan meleleh sempurna.

Pencetakan: Masukkan lelehan plastik ke dalam cetakan yang telah disiapkan sebelum material kembali mengeras.

Pelubangan: Setelah cetakan plastik mengeras, beri lubang pada salah satu sisi menggunakan solder panas.

Pemasangan: Pasang ring pengait, lalu sambungkan dengan tali atau rantai gantungan kunci.

Finishing: Oleskan kuteks bening pada permukaan gantungan kunci agar hasilnya tampak mengilap dan estetik.

Inovasi pengolahan limbah sampah ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Salah seorang guru SD Negeri 2 Kebonsari, Bapak Arief, mewakili kepala sekolah dan dewan guru, menyampaikan rasa terima kasihnya atas tenaga, waktu, serta sinergi yang sangat baik dari tim mahasiswa KKN UIN Walisongo.

Baca juga:  Kantin MTsN 1 Kota Semarang Resmi Kantongi Label Higienis, Hasil Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Undip dan Puskesmas Kedungmundu

“Kami sangat berterima kasih karena rekan-rekan mahasiswa KKN UIN Walisongo telah memberikan sebuah inovasi baru yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada anak-anak usia dasar di sini. Harapannya, program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus diterapkan dalam pengelolaan limbah sampah ke depan sehingga sampah tidak terbuang sia-sia dan bisa bernilai guna,” ujar Arief.

Melalui pelatihan daur ulang sampah plastik ini, diharapkan para siswa SD Negeri 2 Kebonsari semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Lebih jauh, inovasi mahasiswa KKN UIN Walisongo ini menjadi bukti nyata bahwa limbah yang dianggap tak bernilai bisa disulap menjadi barang kerajinan tangan yang memiliki daya guna dan nilai ekonomis.

 

 

Penulis: Tim Mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo Posko 162

Editor: Murni anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA