Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Tahun 2026 melakukan pemasangan reflektor jalan di Dusun Mutih, Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, (23/8/2026).
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbaiki keadaan jalan yang belum memiliki penerangan yang cukup, khususnya di area tikungan di Jalan Banjarejo–Mutih.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di malam hari.
Kegiatan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Semua proses, mulai dari persiapan hingga pemasangan reflektor, dilakukan langsung oleh anggota tim KKN.
Mereka memasang sebanyak 18 reflektor di area yang telah ditentukan di sekitar tikungan. Setiap reflektor dibuat dari bambu yang panjangnya sekitar 1,5 meter. Bambu tersebut dicat hitam, lalu diberi tiga stiker reflektor yang disusun secara melingkar.
Stiker ini berfungsi untuk memantulkan cahaya lampu kendaraan, sehingga pengemudi bisa melihatnya lebih jelas saat melintas di malam hari. Setiap reflektor juga diberi tulisan “UINWS 2026” sebagai tanda bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari KKN UIN Walisongo Semarang Tahun 2026.
Lokasi pemasangan reflektor dipilih dengan mempertimbangkan bentuk tikungan dan posisi agar bisa terlihat dari arah kendaraan yang datang.
Setelah pemasangan selesai, tim KKN melakukan pemeriksaan untuk memastikan semua reflektor berada di tempat yang tepat dan tidak mengganggu pengguna jalan.
“Di tikungan ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, baik yang melibatkan sepeda motor maupun mobil. Terutama pada malam hari, kondisi jalan yang cukup gelap membuat tikungan sulit terlihat oleh pengendara. Bahkan, pernah ada kendaraan yang tidak menyadari adanya tikungan hingga akhirnya masuk dan terjun ke sawah. Kami berharap dengan adanya reflektor ini, pengendara dapat lebih mudah melihat arah tikungan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas,” ujar Bapak Sadiran, Kepala Dusun Mutih, Desa Banjarejo.
Program ini diharapkan dapat membantu pengendara mengenali keberadaan dan arah tikungan dengan lebih jelas, terutama ketika melintas pada malam hari saat kondisi jalan minim penerangan.
Dengan adanya pantulan cahaya dari stiker reflektor, pengendara diharapkan dapat lebih waspada, mengurangi kecepatan, dan memperhatikan kondisi jalan sebelum memasuki tikungan.
Selain menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap keselamatan pengguna jalan, penggunaan bambu sebagai bahan utama juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui solusi yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.
Bambu yang mudah diperoleh dimanfaatkan menjadi media reflektor yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai penanda jalan, tetapi juga menjadi bentuk kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan bahan yang ada untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui program ini, tim KKN berharap keberadaan reflektor dapat memberikan manfaat bagi warga dan pengguna Jalan Banjarejo–Mutih serta menjadi upaya sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di area tikungan tersebut.
Melalui pemasangan reflektor ini, tim KKN UIN Walisongo Semarang berharap fasilitas sederhana tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna Jalan Banjarejo–Mutih, terutama saat malam hari. Keberadaan reflektor diharapkan dapat membantu pengendara lebih mengenali tikungan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar