Dukung Digitalisasi Infak, Mahasiswa KKN Undip Hadirkan QRIS di Masjid

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:30 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pendampingan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai upaya mendukung digitalisasi penerimaan infak di Masjid Nurut Taqwa, Desa Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Senin (10/8/2026).

Program pengimplementasian QRIS ini digagas oleh Haura Athiyyah, mahasiswa Fakultas Sekolah Vokasi Undip jurusan Akuntansi Perpajakan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat Desa Karanganom dengan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke masjid dan berkoordinasi bersama pengurus masjid untuk mengetahui kondisi penerimaan infak sekaligus menyampaikan rencana penerapan QRIS.

Setelah berkoordinasi dengan ketua pengurus masjid, mahasiswa KKN kemudian diarahkan kepada bendahara masjid selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan penerimaan infak.

Setelah memperoleh persetujuan, proses pembuatan QRIS dilakukan melalui layanan GoPay Merchant dan QRIS berhasil dibuat serta diaktifkan dengan pendampingan mahasiswa KKN, QRIS berhasil dibuat dan diaktifkan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu metode penerimaan infak secara digital di masjid.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 24 Gelar Pelatihan Hidup Bersih dan Sehat di KB Boegenviel di Desa Banjarejo

Setelah QRIS berhasil dibuat, kode QR tersebut kemudian dipersiapkan dalam bentuk media fisik agar dapat digunakan oleh jamaah.

QRIS dicetak dan dilaminasi untuk memberikan perlindungan pada media QR sehingga lebih mudah ditempatkan dan digunakan dalam aktivitas penerimaan infak.

QRIS selanjutnya ditempelkan pada kotak amal masjid sehingga dapat langsung digunakan oleh jamaah sebagai alternatif dalam menyalurkan infak secara digital tanpa menggunakan uang tunai.

Implementasi QRIS ini memberikan alternatif bagi jamaah dalam menyalurkan infak melalui transaksi pembayaran digital.

Kehadiran QRIS juga mendukung masjid dalam mengikuti perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi jamaah yang ingin menyalurkan infak tanpa menggunakan uang tunai.

Baca juga:  Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Selain itu, penerapan pembayaran digital diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung pengelolaan penerimaan infak yang lebih praktis dan mengikuti perkembangan teknologi pembayaran.

Melalui program ini, QRIS telah tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif penerimaan infak di masjid.

Kehadiran QRIS pada kotak amal diharapkan dapat memperluas pilihan metode pembayaran infak bagi jamaah, khususnya bagi mereka yang terbiasa menggunakan transaksi pembayaran digital.

QRIS telah berhasil diimplementasikan sebagai salah satu alternatif penerimaan infak di masjid.

Diharapkan keberadaan QRIS pada kotak amal dapat terus dimanfaatkan oleh jamaah serta mendukung penerimaan infak yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan teknologi pembayaran digital.

Baca juga:  Tingkatkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati Menjelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

 

 

Penulis: Haura Athiyyah

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA