Edukasi Modernisasi Sistem Sirkulasi Perpustakaan Desa Melalui Aplikasi INLIS Lite di Desa Watugajah

waktu baca 4 menit
Senin, 27 Jul 2026 20:30 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan “Edukasi Modernisasi Sistem Sirkulasi Perpustakaan Desa melalui Penerapan Aplikasi INLIS Lite” kepada pengelola dan masyarakat di Balai Perpustakaan Desa Watugajah, Kabupaten Pekalongan, pada Senin, 27 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat melalui bidang teknologi informasi dan penguatan sarana literasi desa.

Kegiatan tersebut melibatkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro sebagai pelaksana serta jajaran pengelola Perpustakaan Desa Watugajah sebagai peserta dan mitra kolaborasi.

Edukasi ini bertujuan untuk mentransformasi tata kelola perpustakaan desa yang semula bersifat konvensional menjadi sistem digital yang terpadu, terstruktur, dan mutakhir.

Meskipun pengelolaan sebelumnya masih menghadapi kendala klasik seperti risiko kehilangan data pada catatan manual dan lambatnya alur pelayanan, penerapan aplikasi Integrated Library System (INLIS Lite) standar Perpustakaan Nasional RI ini diharapkan dapat mewujudkan sistem inventarisasi yang lebih akurat, transparan, cepat, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat desa dari berbagai jenjang usia.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU-07 UNDIP Dokumentasikan Kearifan Pertanian Lokal Desa Sobokerto untuk Repositori Digital KALOKA

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menyampaikan materi dan pendampingan teknis secara bertahap yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan perpustakaan desa.

Tahapan kegiatan diawali dengan inventarisasi ulang seluruh koleksi buku pada rak, klasifikasi nomor panggil (call number), pengelompokan kategori literatur, hingga penginputan metadata bahan pustaka ke dalam pangkalan data digital INLIS Lite.

Penyampaian materi dan praktik operasional dilakukan secara interaktif dan intensif agar pengelola tidak hanya memahami konsep digitalisasi, tetapi juga dapat mempraktikkan alur kerja sistem secara mandiri dan berkelanjutan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro mengajak pengelola perpustakaan untuk mencetak dan menempelkan label barcode pada fisik buku serta menerbitkan kartu anggota perpustakaan berbasis digital.

Selain itu, pengelola diberikan pelatihan praktik pemindaian kode batang (barcode scanner) untuk transaksi peminjaman kilat, penerimaan pengembalian buku.

Metode interaktif tersebut membuat proses adaptasi teknologi menjadi lebih mudah dipahami dan praktis. Antusiasme pengelola terlihat dari keaktifan mereka saat mempraktikkan penginputan buku baru serta mengunduh rekapan statistik peminjaman bulanan secara langsung ke komputer perpustakaan.

Pengelola Perpustakaan Desa Watugajah menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi dan modernisasi yang dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro.

Baca juga:  RESMI DIBUKA! Seleksi Calon Anggota BAZNAS 2025–2030, Kemenag Cari Sosok Berintegritas

Menurut Pengelola Perpustakaan, kegiatan seperti ini memberikan pembaruan tata kelola yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan efisiensi fasilitas publik desa.

“Sebelum program modernisasi ini hadir, proses administrasi perpustakaan hanya mengandalkan buku catatan folio besar yang rawan robek, terselip, dan kerap menyulitkan petugas ketika mencari judul buku tertentu yang dibutuhkan pemustaka. Penerapan sistem digital berbasis barcode dan perangkat komputer ini berhasil memangkas waktu layanan secara signifikan sehingga proses administrasi sirkulasi berlangsung jauh lebih ringkas, rapi, dan profesional. Transformasi fasilitas ini terbukti membangkitkan kembali minat baca dan antusiasme warga desa, terutama anak-anak usia sekolah, untuk lebih sering berkunjung dan memanfaatkan koleksi yang tersedia,” ujar Sudarno, pengelola Perpustakaan Desa Watugajah.

Selain memberikan pelatihan teknis mengenai sistem otomasi INLIS Lite, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya tata kelola arsip digital yang berkelanjutan.

Pengelola diberikan pemahaman bahwa pencadangan pangkalan data (database backup) secara berkala serta pelabelan buku yang terstruktur merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian aset literasi dan mencegah kehilangan data inventaris perpustakaan di masa mendatang.

Kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan penyerahan buku panduan teknis operasional sistem sirkulasi mandiri dalam bentuk modul cetak dan panduan digital guna memantau kesiapan pengelola pasca-kegiatan.

Baca juga:  Alih Fungsi Sawah Diperketat, Jawa Tengah Pasang Target Besar Pangan 2026

Sesi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memastikan para kader lokal mampu mengoperasikan seluruh fitur aplikasi tanpa bergantung pada pihak luar.

Setelah seluruh rangkaian pendampingan selesai, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dan pengelola Perpustakaan Desa Watugajah melakukan dokumentasi bersama di ruang perpustakaan.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 tersebut, mahasiswa KKN berharap jajaran pengelola dan masyarakat Desa Watugajah dapat memperoleh sarana penunjang literasi yang modern, efisien, dan inklusif.

Edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam meminimalkan potensi kesalahan manusia (human error) dalam administrasi desa serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar berbasis teknologi informasi bagi generasi muda.

Kegiatan edukasi modernisasi sistem sirkulasi perpustakaan desa menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dalam memberikan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui pendampingan teknis yang komprehensif dan pemanfaatan sistem informasi standar nasional, kegiatan tersebut tidak hanya mempermudah alur pelayanan administrasi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem belajar yang mandiri dan berkesinambungan di Desa Watugajah.

 

Penulis: Yuliani Dwi Pamungkas, Mahasiswa Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA