Optimalisasi Potensi Lokal, Mahasiswa KKN Undip Dorong Digitalisasi Transaksi Lewat QRIS dan Petakan Potensi Ekonomi Desa Watugajah

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Agu 2026 20:30 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) sukses menggelar program kerja sosial masyarakat berupa “Digitalisasi UMKM dan Pendataan Ekonomi Desa” bagi masyarakat Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (09/8/2026).

Program ini secara khusus difokuskan pada pengenalan dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital utama bagi pelaku usaha lokal.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan mahasiswa di lapangan yang menunjukkan bahwa perekonomian Desa Watugajah ditopang oleh banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) potensial, namun sistem transaksinya sebagian besar masih konvensional.

Baca juga:  165 Relawan Dari Komunitas Railfans dan Pramuka Tinggalkan Libur Lebaran, Memilih Layani Pelanggan di wilayah KAI Daop 2 Bandung

Di era modern, adaptasi terhadap transaksi nontunai (cashless) menjadi kebutuhan penting untuk mempermudah pelayanan konsumen dan pencatatan arus kas UMKM.

Selain itu, belum adanya basis data ekonomi desa yang terstruktur membuat potensi dan skala usaha warga belum terpetakan dengan maksimal.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP melakukan pendekatan berupa edukasi kepada para pelaku UMKM.

Edukasi yang diberikan mencakup pengertian dasar transaksi digital, efisiensi menggunakan QRIS, hingga pendampingan teknis pendaftaran QRIS melalui aplikasi penyedia jasa pembayaran.

Mahasiswa memastikan setiap pelaku UMKM memahami cara menggunakan sistem tersebut hingga barcode QRIS siap ditempatkan di gerai usaha mereka.

Baca juga:  Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi dan Dorong Potensi Lokal, Mahasiswa KKN-T 72 Undip Bantu UMKM Wonoroto Peroleh NIB Guna Perkuat Legalitas Usaha

Bersamaan dengan langkah digitalisasi tersebut, tim KKN juga melaksanakan program Pendataan Ekonomi Desa secara door-to-door.

Mahasiswa mengumpulkan instrumen data yang mencakup jenis usaha, skala produksi, serta kendala operasional yang dihadapi oleh para pelaku UMKM.

Data ini kemudian diolah menjadi pemetaan potensi ekonomi yang diserahkan kepada perangkat desa sebagai acuan strategis dalam merancang kebijakan atau penyaluran bantuan di masa mendatang.

Integrasi antara fasilitas pembayaran digital dan pendataan ekonomi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam upaya optimalisasi potensi lokal.

Dengan data yang akurat, pemerintah desa dapat melihat profil kekuatan ekonomi wilayahnya, sementara pelaku UMKM menjadi lebih siap menghadapi tren konsumen masa kini yang menuntut kepraktisan transaksi.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN UNDIP ini. Penggunaan QRIS ternyata sangat mudah dan membuat transaksi di warung lebih aman karena tidak perlu repot mencari uang kembalian. Selain itu, desa kini memiliki pendataan UMKM yang jelas untuk arah pengembangan ke depannya,” ujar salah satu pelaku UMKM Desa Watugajah yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca juga:  Taman Safari Indonesia Siap Dukung Transformasi Kebun Binatang Bandung sebagai Lembaga Konservasi Modern

Melalui inisiatif ini, Mahasiswa KKN UNDIP berharap para pelaku UMKM di Desa Watugajah dapat terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi finansial dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Sinergi antara digitalisasi dan administrasi pendataan yang rapi diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi terciptanya ketahanan dan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

 

Penulis: Salman Al-Farisi, Mahasiswa Ekonomi Universitas Diponegoro

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA