Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro melaksanakan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada masyarakat di Kelurahan Mijen, Kota Semarang, pada Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sekaligus memberikan alternatif pengelolaan sampah yang sederhana di lingkungan masyarakat.
Sampah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran, masih sering dibuang bersama sampah lainnya.
Kondisi tersebut menjadikan sampah organik memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna.
Mahasiswa memperkenalkan eco-enzyme melalui pelatihan tersebut sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik melalui proses fermentasi.
Pelatihan dilakukan dengan memberikan penjelasan materi seputar pengertian, bahan, proses pembuatan, serta pemanfaatan eco-enzyme.
Peserta juga mengikuti demonstrasi secara langsung menggunakan bahan organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran.
Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan air dengan molase lalu ditambahkan bahan organik dengan perbandingan yang telah ditentukan sesuai ukuran wadahnya, kemudian difermentasi selama kurang lebih tiga bulan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses fermentasi dan cara pemanfaatan eco-enzyme setelah proses fermentasi selesai.
Hasil fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu produk alternatif untuk kebutuhan rumah tangga dan tanaman sesuai dengan penggunaannya.
Masyarakat diharapkan dapat mulai mengolah sampah organik dan memanfaatkannya kembali sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah.
Pelatihan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar.
Kegiatan pelatihan pembuatan eco-enzyme tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya pemanfaatan kembali sampah organik rumah tangga.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Penulis: Jagad
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar