Jatengvox.com – Persaingan antarteman sebaya dalam kehidupan sehari-hari anak-anak dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari siapa yang boleh bermain lebih dulu hingga siapa yang boleh bermain di lapangan.
Jika tidak ada pemahaman tentang cara menyelesaikan konflik, perselisihan umumnya diselesaikan dengan kemarahan dan serangan verbal.
Untuk itu, Inayah Zahwa Nasuha, mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) meluncurkan program KKN Sosial Kemasyarakatan bidang pendidikan untuk anak-anak di komunitas setempat mengenai pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik.
Fokus kegiatan ini adalah program pelatihan interaktif bertajuk “(EMPATI) : Edukasi Memahami Perasaan Antar-teman dan Toleransi Interakti.” Program ini akan disampaikan menggunakan metode studi kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, dengan cara yang mudah dan praktis.

Anak-anak diajak melalui berbagai skenario situasi konflik yang mungkin mereka hadapi, termasuk konflik terkait lapangan olahraga, antrean di taman bermain, dan kesalahpahaman saat bermain.
Anak-anak tidak diajarkan untuk merespons perasaan mereka dengan agresi verbal atau meluapkan emosi negatif, melainkan untuk terlebih dahulu mengenali perasaan mereka sendiri, lalu mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang lain dengan tegas dan sopan.
Lingkungan pendidikan sangat positif dan partisipatif. Anak-anak didorong untuk berbicara menggunakan kalimat yang berorientasi pada pemecahan masalah, bukan saling menyalahkan.
Para peserta menunjukkan pemahaman yang mendalam sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengenali konflik-konflik kecil di lingkungan sekitar, tetapi juga tahu cara menyelesaikannya melalui komunikasi terbuka, sikap saling menghormati, dan keinginan untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan.
Diharapkan melalui program ini, kemampuan komunikasi anak-anak akan terus ditingkatkan dan budaya perdamaian serta komunikasi yang sehat akan tumbuh dalam interaksi sehari-hari mereka, sehingga tercipta lingkungan bermain dan belajar yang kondusif, bebas dari pelecehan verbal dan intimidasi sesama teman sebaya.
Penulis: Inayah Zahwa Nasuha, Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar