Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Dusun Norogo Pahami Stunting Lewat Edukasi dan PMT Inovatif 

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 20:00 10 jatengvox

Jatengvox.com – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya pada masa pertumbuhan balita. Tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap stunting sebatas kondisi anak bertubuh kurus atau kecil.

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro 2026 di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, melaksanakan program edukasi stunting yang dipadukan dengan inovasi pangan bergizi bagi balita.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan multidisiplin bertema pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar dan inovasi pangan bergizi.

Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan contoh nyata makanan tambahan yang dapat diterapkan oleh keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan edukasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, pola asuh anak untuk mencegah stunting, serta pemenuhan gizi yang beragam dan seimbang.

Tim pelaksana juga menekankan bahwa stunting tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan penampilan fisik anak, melainkan perlu dilihat melalui pemantauan pertumbuhan yang dilakukan secara berkala.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-R TIM II UNDIP Berkontribusi dalam Kegiatan Posyandu Desa Kandeman

Sebagai bentuk penerapan dari edukasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi stik singkong dengan penambahan Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

Produk ini dibuat dengan memanfaatkan singkong sebagai bahan pangan yang familiar di masyarakat, kemudian ditambahkan HPI sebagai sumber protein berbasis ikan. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan makanan selingan yang lebih bernilai gizi.

Selain stik singkong HPI, mahasiswa juga membagikan paket makanan bergizi kepada balita. Paket tersebut terdiri atas telur kukus wortel, pisang, dan susu UHT.

Telur kukus wortel dipilih sebagai salah satu contoh makanan utama dengan pengolahan sederhana, sedangkan pisang dan susu digunakan sebagai pelengkap makanan tambahan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Membangun Kebiasaan Menabung dan Meningkatkan Literasi Finansial Sejak Dini Melalui Edukasi Interaktif

Salah satu kader kesehatan posyandu, Ibu Yuni, menyambut baik inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN.

“Idenya bagus, karena memberikan ide baru, solusi untuk membuat makanan agar anak-anak suka dengan bentuk makanan yang lain. Biasanya telur ceplok, tapi bisa jadi telur kukus wortel, singkong goreng bisa jadi stik singkong. Terus yang pemanfaatan ikan, ikan itu bagus untuk anak-anak, mungkin ibu-ibu belum tahu kalau ikan itu dibikin gimana biar anak tumbuh cerdas,” ujar Ibu Yuni.

Ia juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa dalam membantu mengedukasi warga soal pencegahan stunting.

“Sangat senang karena mahasiswa sudah membantu tenaga, membantu ilmunya untuk dibagikan, memberikan solusi dan pemecahan stunting,” tambahnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa turut membagikan buku resep makanan bergizi serta Harga Pokok Produksi (HPP) kepada ibu balita.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bekali Siswa MA NU 04 Al Maarif Literasi Finansial Sejak Dini

Buku tersebut berisi contoh menu yang dapat dipraktikkan kembali di rumah sehingga edukasi tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Melalui kombinasi antara edukasi, inovasi pangan, pemberian PMT, dan pembagian buku resep, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih memahami bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian yang berkelanjutan terhadap pola makan dan pertumbuhan anak.

Program ini juga menunjukkan bahwa upaya pemenuhan gizi tidak selalu membutuhkan bahan yang sulit diperoleh.

Dengan memanfaatkan bahan pangan yang dekat dengan masyarakat dan mengolahnya secara sederhana, keluarga dapat menciptakan variasi makanan yang lebih bergizi bagi balita.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap pengetahuan masyarakat mengenai stunting semakin meningkat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dengan langkah yang sederhana namun berkelanjutan.

 

 

Penulis: TIM II KKN UNDIP DESA POKOH KIDUL

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA