KKN UNDIP Perkuat Kepedulian Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Ekonomi melalui Kegiatan Sosial Kemasyarakatan di Bulugede

waktu baca 5 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 20:30 15 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim KKN-IDBU 05 melaksanakan berbagai program Sosial Kemasyarakatan di Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Rangkaian kegiatan tersebut memadukan pendekatan Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum) melalui edukasi, pendampingan, dan kegiatan interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan program Sosial Kemasyarakatan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan keilmuan perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mencakup penguatan kapasitas UMKM melalui teknologi digital, pendidikan karakter dan literasi anak, edukasi lingkungan, literasi keuangan, hingga pendampingan pelayanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Pada bidang Saintek, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital melalui pendaftaran dan pengelolaan Google Business Profile. Kegiatan tersebut menyasar Warung Ijo milik Bapak Tohari serta dua unit usaha milik Mas Dayat.

Melalui kegiatan ini, tiga titik lokasi UMKM berhasil didaftarkan dan ditampilkan secara publik pada Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui pencarian dan navigasi digital.

Baca juga:  Kenalkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Ajak Siswa SDN Karangrejo Bermain Sambil Belajar Pelayanan Publik

Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan visibilitas usaha lokal dan memperluas akses calon konsumen terhadap produk maupun layanan yang tersedia di Desa Bulugede. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 8 melalui penguatan kapasitas dan daya saing usaha masyarakat.

Pendekatan Saintek juga diterapkan melalui kegiatan Edufun Clock. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak membuat jam analog sederhana dengan memanfaatkan barang bekas.

Selain mengenalkan konsep waktu, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan.

Edukasi mengenai pengelolaan sampah juga dilakukan melalui pemutaran video, permainan interaktif, pengenalan jenis sampah, kegiatan pemilahan sampah, serta penggunaan media edukasi lingkungan.

Pendekatan tersebut menggabungkan proses pembelajaran dengan praktik sederhana sehingga anak-anak dapat mengenal perilaku peduli lingkungan sejak dini dan mendukung SDG 4 serta SDG 12.

Pada bidang Soshum, mahasiswa menghadirkan Rumah Belajar Anak sebagai ruang pembelajaran nonformal bagi siswa SDN 01 Desa Bulugede.

Kegiatan dikemas melalui pemutaran film edukatif, diskusi interaktif, permainan, serta penyampaian materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari anak. Film edukatif seperti “Mlethek” dan “Pada Zaman Dahulu: Kancil vs Buaya” digunakan sebagai media untuk mengajak anak memahami berbagai nilai positif, seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, toleransi, serta cara menyelesaikan konflik secara damai.

Materi pembelajaran kemudian dikembangkan melalui berbagai topik, antara lain pengenalan emosi, keterampilan sosial, pencegahan bullying, keamanan internet dan jejak digital, integritas dan antikorupsi, serta kesadaran hukum sejak dini.

Anak-anak tidak hanya diberikan materi secara satu arah, tetapi juga diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menghubungkan pesan pembelajaran dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan juga mengaitkan pesan dalam film “Pada Zaman Dahulu: Kancil vs Buaya” dengan edukasi mengenai keamanan internet dan jejak digital.

Baca juga:  Terungkap! Cara Daftar Coretax Bagi UMKM dalam 5 Menit yang Bikin Pajak Jadi Mudah dan Cepat

Melalui pendekatan cerita yang dekat dengan anak, mahasiswa mengenalkan pentingnya menjaga informasi pribadi, berhati-hati dalam menggunakan internet, serta memahami bahwa aktivitas di ruang digital dapat meninggalkan jejak yang perlu dikelola secara bijak.

Rangkaian kegiatan Rumah Belajar Anak tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDG 4, terutama melalui penguatan pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kehidupan anak.

Edukasi mengenai nilai sosial, norma, keamanan digital, serta penyelesaian konflik juga turut mendukung SDG 16 melalui pengenalan nilai tanggung jawab, penghormatan terhadap orang lain, dan penyelesaian permasalahan secara damai.

Aspek literasi ekonomi juga menjadi bagian dari program Sosial Kemasyarakatan Soshum. Anak-anak diperkenalkan dengan konsep kebutuhan dan keinginan, kebiasaan menabung, transaksi jual beli, perhitungan untung-rugi sederhana, serta pencatatan keuangan.

Materi tersebut dikemas melalui kegiatan seperti Buku Kas Cilik dan pembuatan celengan dari botol bekas. Dengan metode yang sederhana dan interaktif, anak-anak diajak memahami pentingnya mengelola uang secara bertanggung jawab serta membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 melalui peningkatan literasi dan pengetahuan dasar anak sekaligus berkontribusi terhadap SDG 8 melalui pengenalan konsep ekonomi secara sederhana sejak usia sekolah.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu fokus kegiatan. Mahasiswa mengajak siswa memahami hubungan antara perilaku sehari-hari dengan kondisi lingkungan melalui cerita bergambar, permainan “Pasar Rugi-Untung”, permainan pemilahan sampah, serta kegiatan Pohon Eco-Emotion.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali jenis sampah, memahami pentingnya menjaga kebersihan, serta menyusun komitmen sederhana untuk menjaga lingkungan di sekolah maupun di rumah.

Upaya tersebut sejalan dengan SDG 11 dalam mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih layak dan berkelanjutan serta SDG 12 melalui pengenalan perilaku konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Baca juga:  Dari Bak Bambu ke Bank Sampah, Begini Cara KKN Undip Menghentikan Kebiasaan Bakar Sampah di Desa Pokoh Kidul

Pada sektor kesehatan, mahasiswa turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bersama tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Mahasiswa membantu proses registrasi, pencatatan, pengukuran antropometri, serta mendukung kelancaran alur pelayanan sesuai arahan kader dan tenaga kesehatan.

Keterlibatan tersebut menjadi bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus memperkenalkan pentingnya pemantauan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini mendukung SDG 3, khususnya dalam upaya mendorong kehidupan yang sehat dan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program Sosial Kemasyarakatan KKN-IDBU 05 tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan peserta kegiatan.

Perpaduan pendekatan Saintek dan Soshum memungkinkan mahasiswa memberikan kontribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari penguatan UMKM dan pemanfaatan teknologi, pendidikan anak, literasi hukum dan digital, kesehatan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim IDBU-05 Universitas Diponegoro berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs di tingkat desa.

Diharapkan, berbagai pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan positif yang diperkenalkan selama pelaksanaan KKN dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Bulugede setelah program berakhir.

Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membangun masyarakat yang lebih sehat, literat, peduli lingkungan, berdaya secara ekonomi, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bijak dan berkelanjutan.

 

 

Penulis: Tim KKN IDBU-05 UNDIP

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA