Pangan Lokal hingga Penguatan Kader, Mahasiswa KKN UNDIP Dukung Pencegahan Stunting di Jaten

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:10 19 jatengvox

Jatengvox.com – Persoalan stunting menjadi salah satu perhatian yang disampaikan kepada mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) saat melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Dari pertemuan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa stunting masih ditemukan di Desa Jaten dan membutuhkan perhatian bersama.

Dalam pembahasan tersebut, Pak Joko Santoso menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat membantu membangun semangat ibu-ibu dan remaja untuk mengikuti kegiatan Posyandu.

Menurutnya, pencegahan stunting perlu diperhatikan sejak masa remaja. Mahasiswa kemudian mendiskusikan rencana kegiatan bersama perangkat desa.

Mahasiswa dipersilakan untuk melanjutkan gagasan tersebut dengan berkoordinasi bersama ibu-ibu Posyandu maupun bidan desa.

Koordinasi selanjutnya dilakukan bersama Bidan Desa Jaten, Bu Wulan, dan kader Posyandu.

Baca juga:  Sambut Bulan Suci, Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi Kirab Ramadhan Meriah di TPQ Al-Ikhsan Palebon

Dari perbincangan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi bahwa stunting memang masih ditemukan di Desa Jaten.

Bu Wulan berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu membuka wawasan ibu-ibu melalui edukasi mengenai kesehatan dan gizi sehingga dapat mendorong perubahan setelah memperoleh pemahaman baru.

Masukan tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengembangan Program Multidisiplin 2. Berbagai program studi mengambil peran untuk mendukung pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan pangan lokal, serta penguatan kader PMT.

Mengolah Pangan Lokal, Menguatkan Pemahaman Gizi

Salah satu gagasan yang dikembangkan berasal dari Program Studi Bioteknologi melalui pemanfaatan daun kelor menjadi NutriMori Pudding.

Pangan lokal tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari kegiatan edukasi mengenai stunting dan pemenuhan gizi.

Dari Program Studi Keperawatan, Eka Alya Ardhita P. memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting kepada remaja, ibu hamil, ibu balita, dan kader Posyandu.

Materi yang disampaikan mencakup pencegahan anemia pada remaja, pemenuhan gizi selama kehamilan, ASI eksklusif, MPASI sesuai usia, serta peran keluarga dalam pencegahan stunting.

Baca juga:  KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan yang menyasar kader PMT, Nur Aldino Khalim memberikan edukasi mengenai manajemen penyimpanan bahan pangan, termasuk pengelolaan masa penyimpanan bahan yang digunakan dalam kegiatan PMT.

Helsa Afrilinda Trisna memberikan pendampingan pembukuan untuk membantu kader dalam melakukan pencatatan administrasi keuangan secara lebih terstruktur

Sementara itu, aspek keluarga dan pengasuhan turut menjadi perhatian. Ghaida Zilfa Azzura memberikan edukasi mengenai budaya makan keluarga, sedangkan Elrico Bimantara Esa P. memberikan edukasi mengenai komunikasi yang baik dengan anak.

Dari sisi pemenuhan hak anak, Fakhran Khayru Zukhayrsyah turut memberikan edukasi mengenai hak-hak anak.

Pemanfaatan pangan lokal juga diperkuat melalui kontribusi Faradilla Yunisa yang memberikan edukasi dan pengolahan pangan lokal.

Kegiatan tersebut kemudian didukung oleh media edukasi yang dikembangkan mahasiswa. Akmal Fadli Sifa membuat QR yang dapat digunakan untuk mengakses resep, sementara Kamila Setyowati menyusun booklet resep.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting di Desa Jaten tidak hanya didekati dari sisi kesehatan.

Baca juga:  Slow Living Jadi Tujuan Finansial Baru Anak Muda, Kenapa Banyak yang Mulai Mengejarnya?

Mahasiswa juga memperhatikan pengelolaan bahan pangan, administrasi PMT, kebiasaan makan keluarga, komunikasi dengan anak, pemenuhan hak anak, hingga pemanfaatan pangan lokal.

Program Multidisiplin 2 mendukung SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan gizi serta penguatan kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pencegahan stunting.

Dua program multidisiplin tersebut lahir dari kebutuhan yang ditemui mahasiswa selama berada di Desa Jaten.

Keterbatasan informasi mengenai wilayah mendorong mahasiswa menghadirkan penunjuk arah dan pemetaan desa, sementara persoalan stunting yang disampaikan perangkat desa, bidan, dan kader Posyandu mendorong pengembangan edukasi kesehatan serta penguatan kegiatan PMT.

Melalui kolaborasi lintas bidang keilmuan, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berupaya menjadikan program yang dilaksanakan tidak sekedar memenuhi rencana kerja, tetapi juga menjawab kebutuhan yang ditemui secara langsung di tengah masyarakat Desa Jaten.

 

 

Penulis: Tim KKN UNDIP

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA