KKN Undip Kenalkan Teknologi Otomasi dan Edukasi Kebersihan di SDN 01 Kandeman

waktu baca 5 menit
Rabu, 29 Jul 2026 20:00 13 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa TIM II KKN-R Universitas Diponegoro memperkenalkan inovasi Smart Trash Can kepada siswa kelas V SDN 01 Kandeman pada 29 Juli 2026.

Tempat sampah yang dapat membuka dan menutup secara otomatis tersebut dikembangkan sebagai media edukasi untuk mengenalkan teknologi otomasi sederhana sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Smart Trash Can dirancang menggunakan Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, dan motor servo sebagai komponen utama sistem.

Sensor HC-SR04 digunakan untuk mendeteksi keberadaan tangan atau objek berdasarkan jarak, kemudian Arduino Uno memproses hasil pembacaan tersebut dan memberikan perintah kepada motor servo untuk menggerakkan mekanisme pembuka tutup tempat sampah secara otomatis.

Pengembangan alat tersebut berangkat dari kebiasaan sederhana yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian siswa dapat merasa enggan menyentuh tutup tempat sampah secara langsung karena dianggap kotor.

Melalui mekanisme tanpa sentuhan, Smart Trash Can dirancang sebagai alternatif yang lebih praktis sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa teknologi dapat diterapkan dalam menyelesaikan persoalan sederhana di lingkungan sekitar.

Proses pembuatan dimulai dengan merancang mekanisme tempat sampah dan menempatkan komponen elektronik yang diperlukan.

Arduino Uno berfungsi sebagai pusat kendali, sensor ultrasonik HC-SR04 menjadi perangkat pendeteksi jarak, sedangkan motor servo digunakan untuk menggerakkan tutup tempat sampah.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Psikologi kepada PKK Desa Depok

Mekanisme penggerak kemudian dihubungkan dengan bagian tutup agar dapat terbuka secara otomatis ketika sensor mendeteksi objek pada jarak yang telah ditentukan.

Setelah proses perakitan perangkat keras selesai, program dimasukkan ke dalam Arduino Uno untuk mengatur hubungan antara pembacaan sensor dan pergerakan motor servo.

Ketika HC-SR04 mendeteksi keberadaan tangan atau objek pada jarak tertentu, sistem memberikan perintah kepada motor servo untuk membuka tutup tempat sampah.

Setelah objek tidak lagi terdeteksi, tutup kembali ke posisi semula. Purwarupa kemudian melalui tahap pengujian untuk memastikan mekanisme buka-tutup dapat bekerja sesuai rancangan sebelum digunakan dalam kegiatan edukasi di sekolah.

Kegiatan di SDN 01 Kandeman tidak hanya berfokus pada demonstrasi cara kerja alat. Mahasiswa juga mengajak siswa memahami hubungan antara teknologi dengan kebiasaan menjaga kebersihan.

Penjelasan disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar konsep mengenai sensor, pemrograman, serta sistem otomatis dapat lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Dalam sesi demonstrasi, siswa diperkenalkan pada cara Smart Trash Can merespons keberadaan tangan atau objek di depan sensor.

Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sensor ultrasonik membaca jarak, kemudian sistem mengolah informasi tersebut hingga menghasilkan gerakan otomatis pada tutup tempat sampah.

Pendekatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual karena siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai teknologi secara teori, tetapi juga melihat penerapannya pada benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Inisiasi Segaran Speaks English, Latih Keberanian dan Kepercayaan Diri Siswa SD Berbahasa Inggris

Tempat sampah yang biasanya hanya dipandang sebagai fasilitas kebersihan kemudian dimanfaatkan sebagai media untuk memperkenalkan konsep dasar otomasi, sensor, pemrograman, dan sistem kendali.

Selain memperkenalkan teknologi, kegiatan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Sistem tanpa sentuhan pada Smart Trash Can menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan fasilitas yang lebih praktis dan higienis.

Bagi siswa, Smart Trash Can menjadi contoh sederhana bahwa teknologi tidak selalu hadir dalam bentuk sistem yang rumit.

Permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi awal munculnya sebuah inovasi ketika dipadukan dengan kreativitas, pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi.

Program ini sekaligus menjadi bentuk penerapan keilmuan Teknologi Rekayasa Otomasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Prinsip dasar mengenai sensor, sistem kendali, pemrograman, serta aktuator diterapkan dalam bentuk alat sederhana yang dapat digunakan sekaligus dipelajari secara langsung oleh siswa.

Kegiatan tersebut turut mendapat respons positif dari pihak SDN 01 Kandeman. Salah satu guru menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan program Smart Trash Can karena dinilai dapat membantu siswa kelas V memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus mengenalkan mereka pada perkembangan teknologi sejak usia sekolah dasar.

Kegiatan tersebut juga dinilai dapat menambah pengetahuan dan rasa ingin tahu siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Manfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga, Mahasiswi KKN Undip Kenalkan Pembuatan Air Lindi kepada Ibu-Ibu PKK Desa Karanglo

Pihak sekolah juga menilai bahwa program Smart Trash Can memiliki keterkaitan dengan upaya SDN 01 Kandeman dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut sejalan dengan keikutsertaan sekolah dalam Program Adiwiyata, yang mendorong terciptanya budaya sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan.

Perpaduan antara edukasi teknologi dan kebersihan membuat program ini dinilai relevan dengan arah pembelajaran serta kegiatan lingkungan yang sedang dijalankan sekolah.

Program Smart Trash Can turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas, terutama melalui penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran yang kontekstual.

Pemanfaatan alat secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal penerapan sains dan teknologi di luar pembelajaran teoritis.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, satu unit Smart Trash Can fungsional diserahkan kepada SDN 01 Kandeman untuk digunakan di lingkungan sekolah.

Penyerahan tersebut tidak hanya memberikan tambahan fasilitas kebersihan, tetapi juga memungkinkan alat terus dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan teknologi terapan kepada siswa.

Melalui inovasi sederhana tersebut, mahasiswa TIM II KKN-R Universitas Diponegoro berupaya mempertemukan dua aspek yang dekat dengan kehidupan siswa, yaitu teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Smart Trash Can menjadi contoh bahwa pembelajaran mengenai otomasi dapat dimulai dari benda sederhana di sekitar siswa sekaligus memberikan manfaat yang dapat digunakan secara langsung oleh sekolah.

 

 

Penulis: Frans Kevin Sebastian Siagian | Teknologi Rekayasa Otomasi
TIM II KKN-R Desa Kandeman Universitas Diponegoro 2026

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA