Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) dari Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di Desa Srinahan melaksanakan program kerja Fasilitator Sosialisasi QRIS sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha dan masyarakat dalam mengenal serta memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Kegiatan ini mencakup edukasi mengenai QRIS, simulasi penggunaan QRIS, pendampingan pembuatan akun QRIS, serta penjelasan mengenai mekanisme pencairan dana hasil transaksi QRIS bagi pelaku usaha yang berminat.
Kegiatan diawali dengan pendataan UMKM yang dilakukan sejak minggu pertama pelaksanaan KKN, yaitu pada 8–14 Juli 2026. Dari proses pendataan tersebut, mahasiswa KKN berhasil mengidentifikasi sebanyak 47 UMKM di Desa Srinahan dengan berbagai jenis usaha, mulai dari produsen tempe, apem, rengginang, semprong, telur asin, hingga warung sembako.
Setelah melakukan pendataan, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan sosialisasi secara langsung melalui metode door-to-door yang mulai dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Sebanyak 15 UMKM dikunjungi dan diberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital menggunakan QRIS, cara penggunaan QRIS dalam transaksi, simulasi pembayaran, serta informasi mengenai proses pencairan dana dari transaksi yang diterima melalui QRIS.
Dari 15 UMKM yang dikunjungi, terdapat tiga pelaku usaha yang bersedia untuk didampingi dalam pembuatan QRIS, yaitu Warung Teras Jajan, Teras Teh AI7, dan Warung Es Pelangi. Mahasiswa KKN membantu proses pembuatan akun QRIS sekaligus memberikan pendampingan mengenai cara menggunakan QRIS, menerima pembayaran dari pelanggan, serta memahami proses pencairan dana hasil transaksi ke rekening yang telah terdaftar. QRIS yang telah selesai diproses kemudian diserahkan kembali kepada pemilik usaha dalam waktu sekitar 1–2 hari.
Meskipun sebagian besar pelaku usaha belum berminat menggunakan QRIS, mereka tetap menerima dan menyimak edukasi yang diberikan. Beberapa pelaku usaha menjelaskan bahwa produk mereka lebih banyak dipasarkan melalui perantara untuk dijual kembali ke pasar, sehingga penggunaan pembayaran digital secara langsung belum menjadi kebutuhan utama bagi usaha mereka.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha tetap memperoleh informasi mengenai QRIS, termasuk manfaat, cara penggunaan, hingga mekanisme pencairan dana, sehingga dapat mempertimbangkannya sebagai alternatif pembayaran apabila kebutuhan usaha mereka berkembang di kemudian hari.
Program Fasilitator Sosialisasi QRIS juga dilaksanakan bersamaan dengan Program Kerja Multidisiplin 2 yang mengusung tema “Pendampingan Ekonomi Keluarga dan Masyarakat di Desa Srinahan.”
Kedua program tersebut saling mendukung dalam mendorong pengembangan dan digitalisasi UMKM desa. Selain QRIS, pendampingan juga mencakup pengenalan Google Maps, pembukuan sederhana, e-commerce, serta pembuatan katalog dan media informasi produk usaha.
Program Fasilitator Sosialisasi QRIS turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya mendukung pengembangan dan digitalisasi UMKM Desa Srinahan.
Program ini juga sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan dan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Selain itu, aspek edukasi dan pendampingan penggunaan QRIS turut mendukung SDG 4: Pendidikan Bermutu, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan ekonomi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berupaya memberikan pemahaman dan pendampingan praktis kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Srinahan untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai layanan digital sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Penulis: Lilla Danish Maliha, Tim KKN UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar