Jatengvox.com – Menumbuhkan jiwa kepemimpinan tidak harus menunggu dewasa. Berbekal keyakinan itu, Fransisca Umbarrani, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam Tim KKN Desa Karangrejo, Pekalongan, menggelar program kerja individu bertajuk “Kepemimpinan dan Mengenal Pelayanan Publik Sejak Dini” bagi siswa kelas 4 SDN Karangrejo (21 Juli 2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 22 siswa ini digelar sebagai bagian dari program sosial kemasyarakatan yang diusung Tim KKN Karangrejo, dengan tujuan mengenalkan konsep kepemimpinan dan pelayanan publik kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Melalui program ini, siswa diajak memahami bahwa kelak mereka bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui berbagai profesi pelayanan publik, sekaligus menanamkan semangat untuk berani bercita-cita.

Kegiatan berlangsung di ruang kelas 4 SDN Karangrejo dan dikemas dengan metode belajar sambil bermain agar materi lebih mudah diterima anak-anak. Sesi pertama diisi dengan permainan blind box, di mana siswa diminta mencocokkan antara tempat pelayanan publik dengan profesi yang bertugas di dalamnya.
Siswa yang berhasil mendapatkan pasangan stiker profesi dan tempat pelayanan yang tepat kemudian diminta maju ke depan kelas.
Di sanalah momen interaktif terjadi, Rani menanyakan kepada setiap siswa apakah mereka ingin menjadi seperti profesi yang mereka dapatkan, atau justru memiliki cita-cita lain yang ingin mereka kejar.
Sesi kedua dilanjutkan dengan permainan menempel daun pada poster ”Pohon Masa Depan”, yaitu sebuah poster bergambar pohon besar yang tiap dahannya diisi dengan tempelan daun bertuliskan nama dan cita-cita masing-masing siswa.
Poster ini menjadi simbol harapan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang meraih cita-citanya.
Kedua sesi permainan disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif mengikuti setiap instruksi, saling berebut maju ke depan kelas, dan dengan semangat bercerita tentang cita-cita yang mereka impikan, mulai dari dokter, polisi, guru, hingga presiden.
Menurut Rani, penanaman jiwa kepemimpinan sejak dini penting dilakukan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi sesama.
“Mempunyai jiwa kepemimpinan itu bukan berarti kita harus jadi pemimpin dulu, tapi kita harus punya sikap seperti seorang pemimpin, misalnya percaya diri, berani, jujur, dan peduli dengan teman serta lingkungan sekitar. Dengan begitu, suatu hari nanti kita bisa jadi orang yang berguna buat banyak orang, apapun cita-cita yang kita pilih,” ujar Rani.
Program ini dilaksanakan sebagai wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan di Desa Karangrejo.
Melalui pendekatan permainan edukatif, Rani berharap para siswa tidak hanya memahami ragam profesi pelayanan publik, tetapi juga mulai membangun pola pikir kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan kebermanfaatan sosial sejak dini.
Penulis: Fransisca Umbarrani
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar