Screenshot Jatengvox.com – Upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro melalui program Revitalisasi Perpustakaan Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 23/07/2026 tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang literasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan desa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4) di bidang pendidikan.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari kegiatan Multidisiplin 1 KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro.
Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa KKN bersama perangkat desa dan pengelola Perpustakaan Desa Watugajah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi perpustakaan yang memiliki potensi koleksi buku cukup beragam, tetapi pemanfaatannya belum optimal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penataan ulang buku dan penyusunan sistem katalog perpustakaan desa melalui pemilahan koleksi berdasarkan kategori serta pendataan buku agar koleksi menjadi lebih tertata dan mudah ditemukan.
Selanjutnya dilakukan perbaikan dan penjilidan ulang buku yang rusak sebagai upaya menjaga kondisi koleksi dan memperpanjang masa pemanfaatannya.
Setelah kondisi koleksi dibenahi dilakukan redesain ruang perpustakaan melalui penataan ulang tata letak dan furnitur agar ruang menjadi lebih nyaman, fungsional, dan menarik bagi masyarakat.
Sebagai upaya menciptakan lingkungan membaca yang lebih nyaman dan menarik, dilakukan pembuatan pojok baca di dalam perpustakaan dengan memanfaatkan area yang tersedia menjadi ruang baca yang ramah bagi pengunjung.
Tahap berikutnya adalah pembuatan website untuk digitalisasi katalog dan inventaris perpustakaan sehingga pengelolaan data koleksi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan mendukung peningkatan pelayanan perpustakaan.
Tahap berikutnya berupa pembuatan sistem manajemen keanggotaan perpustakaan termasuk perancangan kartu anggota dan formulir registrasi, sehingga pendataan anggota dan kunjungan perpustakaan dapat dilakukan secara lebih teratur juga dilaksanakan Pelatihan penggunaan katalog digital di perpustakaan desa untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dan pengelola perpustakaan dalam mengoperasikan serta mengelola katalog secara digital.
Untuk memperkaya koleksi bacaan dilakukan penggalangan buku bekas melalui kegiatan donasi buku yang melibatkan masyarakat Desa Watugajah.
Buku-buku yang terkumpul kemudian diseleksi berdasarkan kelayakan sebelum dimanfaatkan sebagai tambahan koleksi perpustakaan. Setelah berbagai aspek pengelolaan dan fasilitas perpustakaan diperbaiki, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pentingnya literasi kepada anak-anak usia sekolah Desa Watugajah.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan minat baca melalui penyampaian materi secara edukatif dan interaktif.
Sebagai kegiatan penutup dilaksanakan Literasi Sinema berupa kegiatan menonton film bersama anak-anak dan remaja yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai pesan, nilai edukatif, serta pelajaran yang dapat diambil dari film tersebut.
Revitalisasi tidak hanya difokuskan pada pembenahan fasilitas fisik. Mahasiswa juga mendorong perubahan fungsi perpustakaan agar menjadi ruang yang lebih aktif digunakan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensi diri.
Keberadaan ruang baca yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk datang dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Pak Sudarno selaku narasumber terkait menyampaikan bahwa revitalisasi diperlukan agar keberadaan perpustakaan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Perpustakaan Desa Watugajah memang membutuhkan revitalisasi agar lebih berkembang dan lebih menarik minat warga serta anak-anak. Perpustakaan ini tidak hanya sekadar tempat, tetapi juga sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan menemukan ide-ide baru,” ujar Pak Sudarno.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan program revitalisasi yang menempatkan perpustakaan sebagai salah satu fasilitas yang dapat mendukung peningkatan budaya literasi di Desa Watugajah.
Perpustakaan diharapkan dapat berkembang dari sekadar tempat penyimpanan koleksi buku menjadi ruang belajar yang aktif, inklusif, dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Selain meningkatkan kenyamanan ruang, program revitalisasi juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Screenshot
Pengembangan pojok baca, penataan koleksi, perbaikan buku, serta peningkatan sistem pengelolaan perpustakaan menjadi bagian dari upaya agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih optimal oleh masyarakat Desa Watugajah.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat, revitalisasi Perpustakaan Desa Watugajah diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan minat baca dan kualitas pembelajaran masyarakat.
Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi ruang yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk membaca, menulis, belajar, berkreasi, dan menemukan gagasan baru.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi masyarakat sebagaimana menjadi bagian dari tujuan SDGs 4.
Penulis: KKN-R TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar