Mahasiswa KKN Reguler Tim 2 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Jamu Olah Limbah Menjadi Pupuk Organik Cair

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 19:30 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan pendampingan pengolahan limbah ampas jamu menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bagi salah satu pelaku UMKM jamu di Desa Pondok, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/7/26).

Kegiatan tersebut menjadi upaya pemanfaatan limbah hasil produksi sekaligus mendorong penerapan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan pada skala usaha rumah tangga.

Produksi jamu menghasilkan ampas yang masih mengandung bahan organik. Limbah tersebut umumnya menjadi sisa dari proses produksi dan apabila tidak dikelola dengan baik dapat berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP memperkenalkan alternatif pemanfaatan ampas jamu melalui pengolahan menjadi POC yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman.

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi potensi limbah yang dihasilkan dari proses produksi jamu, pengenalan bahan dan tahapan pembuatan POC, demonstrasi, hingga praktik secara langsung bersama pelaku UMKM.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Tentukan Waktu Efektif Reading Time bagi Anak TK di Pojok Baca Sobokerto

Dalam proses tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan pada setiap tahapan agar pelaku usaha dapat memahami proses pengolahan dan berpotensi menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Lutfi Vidini Hasanah, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan UNDIP yang terlibat dalam pelaksanaan program, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ampas jamu merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai guna hasil samping produksi.

“Kegiatan ini kami arahkan untuk memberikan alternatif pengelolaan limbah yang sederhana dan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM secara mandiri. Ampas jamu yang sebelumnya menjadi sisa produksi dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan menjadi POC,” ujar Lutfi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Dorong Digitalisasi UMKM Desa Klunjukan melalui Sosialisasi dan Pendampingan Usaha

Dalam praktiknya, pelaku UMKM mengikuti demonstrasi pembuatan POC dengan memanfaatkan ampas jamu sebagai bahan utama.

Mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan, pencampuran bahan, serta proses fermentasi yang diperlukan sebelum POC dapat digunakan.

Pendekatan praktik secara langsung dilakukan agar proses pengolahan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi limbah yang tersedia pada usaha tersebut.

Pelaku UMKM jamu yang menjadi sasaran kegiatan menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sisa produksi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sebelumnya ampas jamu hanya menjadi sisa dari proses produksi. Setelah mendapatkan pendampingan, saya mengetahui bahwa ampas tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi POC. Pengetahuan ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah dari kegiatan produksi dan menambah penghasilan” ungkap pelaku UMKM jamu Desa Pondok.

Pemerintah Desa Pondok turut mendukung upaya pemanfaatan limbah UMKM sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan di tingkat desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-R Undip Ubah Pekarangan Jadi Lebih Produktif lewat Aquaponik pada Kelompok Wanita Tani Desa Watugajah

Kolaborasi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan pemerintah desa diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih optimal.

Program pengolahan limbah ampas jamu menjadi POC tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya meningkatkan nilai tambah dari hasil samping kegiatan usaha, serta SDG 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah produksi.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP berupaya mendorong penerapan pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan pencemaran, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Pengolahan ampas jamu menjadi POC diharapkan dapat menjadi alternatif sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM di Desa Pondok.

 

 

Penulis: Lutfi Vidini Hasanah

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA