Bea Cukai Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Pengawasan Jadi Kunci

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Sepanjang 2025, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menempatkan pengawasan sebagai fondasi utama dalam menjaga kinerja institusi. Pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap menyeimbangkan fungsi penerimaan negara dan fasilitasi perdagangan, demi memastikan kepatuhan pelaku usaha sekaligus melindungi kepentingan industri nasional.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan bahwa pengawasan yang kuat menjadi kunci agar target penerimaan negara tetap tercapai di tengah dinamika ekonomi yang tidak sederhana.

“Kinerja Bea Cukai 2025 menjaga penerimaan tetap on track sesuai target APBN. Pengawasan yang kuat juga memperkuat perlindungan masyarakat serta ketahanan ekonomi nasional,” ujar Nirwala dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Bea Cukai menunjukkan, hingga 29 Desember 2025 telah dilakukan 30.451 penindakan secara nasional. Dari rangkaian penindakan tersebut, nilai barang yang berhasil diamankan mencapai Rp8,8 triliun, mencakup sektor impor, ekspor, cukai, serta fasilitas kepabeanan.

Baca juga:  Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

Penindakan di sektor impor masih mendominasi dengan 9.492 kasus dan nilai barang sekitar Rp6,5 triliun. Sementara itu, penindakan ekspor tercatat senilai Rp281 miliar, serta pelanggaran fasilitas kepabeanan mencapai Rp154 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan intensitas pengawasan yang terus dijaga, khususnya pada jalur-jalur rawan pelanggaran yang berpotensi merugikan negara dan mengganggu iklim usaha.

Pada sektor cukai, Bea Cukai mencatat 20.131 kasus penindakan sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,4 miliar batang rokok ilegal berhasil disita—menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pengawasan cukai.

Baca juga:  Kemenhub Siapkan 326 Pesawat untuk Puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2026

“Rangkaian penindakan ini menegaskan komitmen dan fokus Bea Cukai dalam memberantas peredaran rokok ilegal, termasuk di wilayah perbatasan negara,” kata Nirwala.

Penindakan besar tercatat di sejumlah wilayah strategis seperti Rokan Hilir, Surabaya, Pontianak, dan Atambua. Secara nasional, hasil tembakau ilegal masih mendominasi penindakan dengan porsi 63,9 persen, disusul komoditas lain seperti minuman beralkohol, tekstil, mesin, hingga besi dan baja.

Bea Cukai juga menegaskan bahwa fluktuasi jumlah penindakan merupakan bagian dari siklus pengawasan dan tidak selalu mencerminkan melemahnya fungsi pengendalian.

Dalam praktik penegakan hukum, Bea Cukai menerapkan prinsip ultimum remedium pada kasus tertentu. Pendekatan ini menempatkan sanksi pidana sebagai upaya terakhir, dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan usaha pelaku yang kooperatif dan patuh.

Baca juga:  Wagub Jateng Ajak Mahasiswa Unnes Rawat Toleransi Lewat Moderasi Beragama

Strategi tersebut dinilai mampu menjaga penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan berkeadilan.

Selain pelanggaran kepabeanan dan cukai, Bea Cukai juga mencatat peran signifikan dalam pemberantasan narkotika. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat 1.813 penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).

Dari penindakan tersebut, aparat mengamankan 18,37 ton barang bukti dan 626 orang pelaku. Jenis kasus yang terungkap mencakup MDMA, ladang ganja, laboratorium tersembunyi, hingga cartridge etomidate.

“Kondisi ini menegaskan bahwa penindakan narkotika membutuhkan kolaborasi erat antara Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Nirwala.

Sejak etomidate ditetapkan sebagai Narkotika Golongan II, Bea Cukai mencatat penyitaan mencapai sekitar 50.593 gram sepanjang 2025.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia
Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

Senin, 20 April 2026 - 18:03 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Berita Terbaru