Mahasiswa KKN-T Undip Sulap Limbah Jagung Desa Kluwih Menjadi Kompos Organik Bernilai Guna

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 20:00 19 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 36 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan terobosan dalam pengelolaan limbah pertanian di Desa Kluwih.

Melalui program inovatif, mereka mengajak masyarakat setempat mengolah limbah batang dan daun jagung menjadi kompos organik padat yang ramah lingkungan.

Inisiatif ini lahir dari pengamatan Faidhatul Maula Yasifa, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip, terhadap melimpahnya sisa tanaman jagung pasca panen yang selama ini hanya dibuang begitu saja.

Melihat potensi tersebut, Maula—sapaan akrabnya—menginisiasi sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik sebagai upaya memberdayakan potensi lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Kluwih pada 25 Juli tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat kelompok tani, termasuk Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Ketua Kelompok Tani, serta para anggota kelompok tani desa setempat.

Dalam demonstrasi yang dibantu oleh rekannya, Ghani dan Nita, Maula memperagakan tahapan teknis pembuatan kompos.

Baca juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Dapur SPPG Jebres, Pastikan Makanan Bergizi Gratis Aman dan Higienis

Proses dimulai dari pencacahan limbah jagung yang kemudian dicampur dengan kotoran ayam, cangkang telur, dan kapur putih. Sebagai aktivator, digunakan cairan EM4 Pertanian dan EM4 Peternakan untuk mempercepat proses penguraian.

“Setelah semuanya dicampurkan, lalu aduk dan pastikan cairan EM4-nya dapat tercampur dengan rata. Kemudian, masukkan pupuk tersebut ke dalam wadah dan pastikan dalam keadaan tertutup rapat,” jelas Maula, (25/7/26).

Antusiasme warga terlihat saat sesi tanya jawab. Salah satu warga bertanya mengenai fleksibilitas bahan baku yang digunakan. “Mbak, kalau daun keringnya nggak pakai daun jagung gimana?” tanya seorang warga.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tingkatkan Kesadaran Personal Hygiene melalui Kelas Remaja di Polindes Desa Gempolsongo

Menanggapi hal tersebut, Maula menjelaskan bahwa penggunaan limbah jagung didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah di Desa Kluwih.

“Bisa, Pak. Tidak harus daun jagung. Daun kering dari tanaman lain juga bisa digunakan. Kami memakai limbah jagung karena di Desa Kluwih komoditasnya adalah tanaman jagung jadi pakainya limbah jagung yang limbahnya mudah dimanfaatkan dan ketersediaannya juga cukup melimpah,” papar Maula.

Selain teknis bahan, warga juga menyoroti durasi produksi kompos tersebut. “Kalau untuk penyimpanannya kira-kira berapa lama, Mbak?” tanya Pak Jawahir, salah satu peserta sosialisasi.

Baca juga:  Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi dan Dorong Potensi Lokal, Mahasiswa KKN-T 72 Undip Bantu UMKM Wonoroto Peroleh NIB Guna Perkuat Legalitas Usaha

Maula menegaskan bahwa proses pengomposan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

“Kurang lebih sekitar tiga sampai empat minggu, Pak. Bisa dilihat dari kondisi bahan. Jika limbah daun jagung sudah terurai, tanahnya lebih gembur, warnanya menghitam, dan bau menyengatnya hilang, berarti kompos sudah jadi,” jawabnya.

Melalui pendampingan ini, masyarakat Desa Kluwih diharapkan tidak sekadar memahami cara pembuatan kompos, tetapi juga menyadari nilai ekonomi dan ekologi dari limbah pertanian.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut secara mandiri, baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani, demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Desa Kluwih pasca masa KKN usai.

 

Penulis: Faidhatul Maula Yasifa, Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Semarang.

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA