Mahasiswa KKN-T 12 UNDIP Tekan Budaya Bakar Sampah Melalui Edukasi Eco-Enzyme

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 12 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan eco-enzyme sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah rumah tangga di RW 4 Desa Kalilondo, Kota Salatiga.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 14.00 WIB, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK setempat yang berjumlah belasan orang.

Program ini digagas sebagai respons atas kondisi pengelolaan sampah di RW 4 yang hingga saat ini masih didominasi oleh praktik pembakaran sampah rumah tangga, khususnya sampah organik dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara tersebut dinilai kurang ramah lingkungan karena berpotensi menimbulkan pencemaran udara serta berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Melalui penyuluhan eco-enzyme, mahasiswa KKN berupaya menawarkan solusi alternatif yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di lingkungan RW 4 dan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar eco-enzyme.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan Ibu-ibu PKK Sulap Lahan Dusun Jadi Kebun TOGA Apotek Hidup

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur dengan gula dan air.

Cairan ini memiliki beragam manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami, pupuk cair, penghilang bau, hingga pengganti bahan kimia rumah tangga yang lebih aman bagi lingkungan.

Koordinator program, Dio, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sasaran ibu-ibu PKK dipilih karena perannya yang sangat strategis dalam pengelolaan sampah dapur sehari-hari.

Menurutnya, perubahan kebiasaan pengelolaan sampah akan lebih efektif jika dimulai dari lingkup keluarga.

“Selama ini sampah organik di RW 4 masih banyak yang dibakar. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah tersebut sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai guna,” ujar Dio.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Bantu Kegiatan Posyandu Mugirahayu di Kelurahan Ngempon

Pelaksanaan kegiatan ini juga tak lepas dari pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Romadhon, S.Pi., M.Biotech., Muhammad Hauzan Arifin, S.Pi., M.Si., dan Lukita Purnamayati, S.TP., M.Sc.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco-enzyme.

Pada sesi ini, peserta diajak secara aktif untuk menyiapkan bahan, memahami perbandingan komposisi antara limbah organik, gula, dan air, serta mempelajari tahapan fermentasi yang memerlukan waktu sekitar tiga bulan hingga eco-enzyme siap digunakan.

Mahasiswa KKN juga menjelaskan ciri-ciri fermentasi yang berhasil serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses penyimpanan.

Meskipun dihadiri oleh belasan ibu-ibu PKK, suasana kegiatan berlangsung interaktif dan komunikatif.

Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik dan aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari cara penyimpanan eco-enzyme, masa pakai, hingga kemungkinan pemanfaatannya dalam kegiatan sehari-hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T UNDIP Perkuat Daya Saing Produk Olahan Perikanan Salatiga Menuju Pasar Global

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan kondisi lingkungan RW 4.

Ia menilai pembuatan eco-enzyme sebagai solusi yang mudah diterapkan untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah.

Sebagai tindak lanjut, TIM KKN-T 12 Sidorejo Kidul berharap ibu-ibu PKK yang telah mengikuti penyuluhan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan informasi kepada warga lainnya.

Dengan demikian, pemanfaatan eco-enzyme diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas dan berkelanjutan di lingkungan RW 4.

Kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan eco-enzyme ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam menjawab persoalan lingkungan di tingkat lokal.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru