Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Ciptakan Alat Press Sampah Botol Plastik dan Kaleng Berbasis Mekanisme Tuas di Desa Depok

waktu baca 5 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:00 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Muhammad Ihsan Ar-rifa’i, dari program studi Teknologi Rekayasa Otomasi Fakultas Sekolah Vokasi, merancang dan membuat alat press sampah botol plastik dan kaleng minuman berbasis mekanisme tuas sebagai bagian dari program kerja multidisiplin di Desa Depok, (4/8/2026).

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan pengurangan volume sampah sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat desa.

Program kerja bertajuk “Rancang Bangun Alat Press Sampah Botol Plastik dan Kaleng Minuman Berbasis Mekanisme Tuas sebagai Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Pengurangan Volume Sampah dan Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” ini diserahterimakan langsung kepada pengelola Bank Sampah dan pemerintah desa setempat.

Sampah botol plastik dan kaleng minuman selama ini menjadi salah satu penyumbang volume sampah terbesar di tingkat rumah tangga, namun pengelolaannya di banyak desa masih terkendala oleh keterbatasan alat untuk memadatkan sampah tersebut sebelum disetor atau dijual ke pengepul.

Kondisi ini membuat proses penyimpanan dan pengangkutan sampah anorganik menjadi kurang efisien dari segi ruang maupun waktu.

Menjawab persoalan tersebut, Muhammad Ihsan Ar-rifa’i merancang alat press sederhana yang bekerja dengan prinsip mekanisme tuas, sehingga dapat digunakan secara manual tanpa memerlukan tenaga listrik maupun biaya operasional yang besar. Alat ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh kader maupun pengurus Bank Sampah di desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17 Gelar Pelatihan Ecoprint di SD IT Kartika Buana

Program kerja ini dilaksanakan secara bertahap selama masa KKN-R Tim II UNDIP berlangsung di Desa Depok, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

Survei dan identifikasi masalah

Mahasiswa melakukan observasi langsung ke Bank Sampah Desa Depok serta berdiskusi dengan pengelola untuk mengidentifikasi kendala dalam pengelolaan sampah anorganik, khususnya botol plastik dan kaleng minuman yang menumpuk dan memakan banyak ruang penyimpanan.

Perancangan alat

Berdasarkan hasil survei, mahasiswa merancang desain alat press berbasis mekanisme tuas yang sederhana, mudah dioperasikan, dan tidak memerlukan biaya operasional (listrik).

Proses pembuatan alat

Alat press dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan terjangkau, dengan mempertimbangkan kekuatan, keawetan, serta kemudahan penggunaan oleh Tim Bank Sampah.

Uji coba alat

Sebelum diserahkan, alat diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan fungsinya berjalan optimal dalam memadatkan sampah botol plastik dan kaleng.

Sosialisasi dan edukasi

Mahasiswa memberikan sosialisasi kepada Tim Pengelola Bank Sampah mengenai cara kerja, cara penggunaan, serta perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Serah terima alat

Alat press sampah secara resmi diserahkan kepada Tim Pengelola Bank Sampah Desa Depok, disaksikan oleh Warga Desa Depok, sebagai puncak dari rangkaian program kerja ini.

Pengelola Bank Sampah Desa Depok, Ibu Winarsih, menyambut baik kehadiran alat press ini. Menurutnya, alat tersebut sangat membantu kegiatan operasional Bank Sampah sehari-hari.

“Kami merasa sangat terbantu dengan alat yang diberikan. Semoga alat ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mempermudah pekerjaan kami sebagai tim pengelola, sekaligus menambah semangat dan kesadaran kita bersama dalam menjaga lingkungan dari sampah,” ujar Ibu Winarsih.

Baca juga:  BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan Listrik, Pertumbuhan Tetap Positif pada 2026

Ia menambahkan bahwa selama ini pihaknya kesulitan dalam memadatkan sampah botol plastik dan kaleng sehingga memakan banyak ruang penyimpanan, dan berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga.

Kepala Desa Depok, Bapak H.Kaminoto, turut mengapresiasi program kerja mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP ini. Dalam Ucapannya, ia menyampaikan bahwa inovasi semacam ini sejalan dengan upaya desa dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.

“Untuk program kerja yang diusulkan ini sangat bagus, terutama untuk meningkatkan pengelolaan sampah di desa serta meningkatkan nilai ekonomis dari sampah itu sendiri,” kata Bapak H.Kaminoto.

Bapak H.Kaminoto juga berharap program-program KKN seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan lingkungan desa.

Alat press ini bekerja dengan memanfaatkan gaya tuas untuk melipatgandakan tenaga tekan, sehingga botol plastik maupun kaleng minuman dapat dipadatkan secara maksimal hanya dengan tenaga manual. Beberapa manfaat yang ditawarkan antara lain:

– Mengurangi volume sampah botol plastik dan kaleng hingga signifikan, sehingga lebih hemat ruang penyimpanan.

– Mempermudah proses pengangkutan sampah anorganik ke tempat pengepulan atau daur ulang.

– Meningkatkan nilai jual sampah anorganik karena lebih rapi dan mudah dihitung per satuan volume.

– Ramah biaya, karena tidak memerlukan sumber energi listrik dalam pengoperasiannya.

– Mendukung program bank sampah desa sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program kerja ini memiliki keterkaitan erat dengan tiga poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  1. SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan Alat press sampah botol plastik dan kaleng minuman ini hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata di lingkungan desa. Dengan volume sampah yang lebih ringkas, ruang penyimpanan menjadi lebih efisien dan lingkungan permukiman pun menjadi lebih bersih, rapi, dan layak huni bagi warga.
  2. SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab Melalui alat ini, sampah anorganik seperti botol plastik dan kaleng tidak lagi berakhir menumpuk begitu saja, melainkan diolah agar lebih mudah masuk ke rantai daur ulang. Program ini menjadi bentuk nyata penerapan prinsip pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tingkat desa.
  3. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Sampah yang telah dipadatkan memiliki bentuk yang lebih rapi dan bernilai jual lebih tinggi dibandingkan sampah yang menumpuk begitu saja. Kondisi ini secara langsung turut memperkuat sisi ekonomi Bank Sampah, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi hasil pengelolaan sampah.
Baca juga:  Semarak Hari Santri Nasional di MI NU 68 Leban, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Rayakan dengan Edukasi dan Lomba Islami

Melalui program ini, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP berharap alat press sampah tersebut dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Bank Sampah dan masyarakat Desa Depok, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang aplikatif dan mudah direplikasi oleh desa-desa lain.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-R Tim II UNDIP Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bu Dr. Dian Safitri, S.P., M. Si

 

Penulis: Muhammad Ihsan Ar-rifa’i, Tim II KKN-R Undip 2026 Desa Depok

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA