Optimalisasi Kualitas Air Aquaponik, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Transformasi Senyawa Nitrogen kepada Ibu-Ibu KWT

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:30 6 jatengvox

Jatengvox.com – Dalam sistem aquaponik, kualitas air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Air menjadi tempat hidup ikan sekaligus media yang digunakan tanaman untuk mendapatkan nutrisi. Karena itu, kondisi air yang baik ikut berpengaruh terhadap keberlangsungan sistem aquaponik.

Hal tersebut menjadi salah satu materi yang dikenalkan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dalam kegiatan KKN bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kegiatan ini berjudul “Edukasi Optimalisasi Kualitas Air Sistem Aquaponik melalui Pemahaman Transformasi Senyawa Nitrogen” ini membahas proses perubahan senyawa nitrogen di dalam sistem aquaponik dan kaitannya dengan kualitas air.

Materi yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dikaitkan dengan kondisi aquaponik yang ada. Ibu-ibu KWT diajak mengenal dari mana senyawa nitrogen berasal, bagaimana proses perubahannya, serta apa kaitannya dengan ikan dan tanaman dalam sistem.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Nutrisi Pintar dan D’Ozone untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Mengenal Transformasi Senyawa Nitrogen

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa senyawa nitrogen dapat berasal dari aktivitas ikan dan bahan organik yang terdapat dalam sistem aquaopinik. Senyawa tersebut kemudian mengalami beberapa perubahan di dalam air.

Salah satu materi yang dibahas adalah perubahan amonia menjadi nitit dan selanjutnya menjadi nitrat.

Proses ini penting untuk dipahami karena berkaitan dengan kondisi air dan kehidupan ikan serta tanaman yang ada di dalam sistem.

Penjelasan mengenai proses tersebut juga dikaitkan dengan kondisi yang dapat ditemui saat mengelola aquaponik.

Dengan cara ini, ibu-ibu KWT tidak hanya mengenal istilah amonia, nitrit, dan nitrat, tetapi juga mengetahui hubungan kegiatannya dengan kualitas air.

Menjaga Kualitas Air Aquaponik

Selain membahas transformasi nitrogen, mahasiswa juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualutas air.

Baca juga:  Perisai Demokrasi Bangsa Berduka dan Mengutuk Insiden Gugurnya Ojol oleh Rantis Brimob Polri pada Aksi di DPR

Salah satunya adalah pemberian pakan ikan yang sesuai. Pakan yang berlebihan dapat meninggalkan sisa dan menambah bahan organik di dalam air.

Pengguanaan biofilter dan aerasi juga dibahas dalam kegiatan. Keduanya menjadi bagian dari sistem yang membantu menjada kondisi air. Tanaman dalam aquaponik juga berperan dalam memanfaatkan nutrisi yang tersedia di dalam air.

Pengecekan kondisi air secara rutin juga penting dilakukan. Dengan mengetahui kondisi air, perubahan yang terjadi dalam sistem dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.

Diskusi Bersama Ibu-Ibu KWT

Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Ibu-ibu KWT jug adiberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai pengelolaan aquaponik, terutama yang berkaitan dengan kualitas air.

Diskuasi membuat materi yang disampaikan lebih mudah dikaitkan dengan kondisi yang ada dilapangan. Berbagai hal mengenai ikan, tanaman, dan kondisi air dibahas selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu KWT mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai proses yang terjadi di dalam sistem aquaponik. Mereka juga dapat memahami bahwa kondisi ikan dan tanaman tidak terlepas dari kualitas air yang digunakan.

Baca juga:  Panduan Memesan Banner Ukuran Khusus dan Die Cut di Supplier X Banner

Menambah Pengetahuan dalam Pengelolaan Aquaponik

Kegiatan edukasi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN Undip untuk berbagi pengetahuan yang dapat digunakan dalam pengelolaan aquaponik.

Materi mengenai transformasi senyawa nitrogen diharapkan dapat membantu ibu-ibu KWT lebih memahami kondisi air dalam sistem yang mereka kelola.

Menjaga kualitas air bukan hanya dilakukan dengan melihat kondisi air secara langsung. Ada proses yang berlangsung di dalamnya dan perlu dipahami, salah satunya adalah transformasi senyawa nitrogen.

Melalui pemahaman tersebut, pengeloalaan aquaponik dapat dilakukan dengan lebih baik, mulai dari memperhatikan pemberian pakan, menjaga sistem biofilter dan aerasi hingga memantau kondisi air secara berkala.

 

Penulis: Afifah, Mahasiswa Universitas Diponegoro, Fakultas Sainsa dan Matematika Program Studi Kimia

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA