Manfaatkan Potensi Lokal, Tim KKN Undip Dorong Pemberdayaan UMKM melalui Pembuatan Tape Pisang di Desa Jelobo

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 21:00 8 jatengvox

Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, mengadakan kegiatan sosialisasi pembuatan tape pisang sebagai upaya mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jelobo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Jelobo.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan potensi pangan lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Melalui pengolahan pisang menjadi tape, masyarakat diperkenalkan pada salah satu alternatif produk yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di Desa Jelobo.

Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN Undip memberikan pemaparan mengenai proses pembuatan tape pisang, mulai dari tahap pengolahan bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikonsumsi maupun dikembangkan sebagai produk usaha.

Pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam melihat peluang ekonomi dari sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Baca juga:  Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel

Tidak hanya membahas proses produksi, sosialisasi juga dilengkapi dengan beberapa materi pendukung yang penting dalam pengembangan UMKM.

Materi yang disampaikan mencakup Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan dan kesehatan kerja (K3), aspek ekonomi, perpajakan, serta aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Pada materi keselamatan dan kesehatan kerja, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan prosedur kerja yang aman dan menjaga kebersihan selama proses produksi pangan.

Penerapan SOP tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan produk sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib.

Baca juga:  Pemerintah Gencarkan Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Rantai Ekonomi Dalam Negeri

Sementara itu, materi ekonomi membahas pentingnya pengelolaan usaha dan pemanfaatan peluang dalam mengembangkan produk olahan agar memiliki nilai jual.

Dengan pemahaman tersebut, ibu-ibu PKK diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat melihat potensi pengembangan tape pisang sebagai bagian dari kegiatan UMKM.

Materi perpajakan turut diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai aspek perpajakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Selain itu, pemaparan mengenai aspek hukum bertujuan memberikan bekal kepada peserta agar kegiatan usaha dapat dijalankan dengan memperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme dari ibu-ibu PKK Desa Jelobo. Sosialisasi menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan keterampilan baru sekaligus memahami berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun dan mengembangkan sebuah usaha.

“Ini kan sebuah keunikan terbaru, biasanya pisang hanya dimakan, tapi kok ini ada pisang di-tape. Nah, nanti coba kita cicipi, kita coba lakukan, dan diterapkan. Nanti meminta bantuan kepada karang taruna untuk memasarkan dan mengembangkan, syukur-syukur nanti bisa jadi ikon Desa Jelobo, selain keripik belut dan intip,” tutur Kepala Desa Jelobo, Ibu Ismoyowati Widyaningtyas, A.Md. pada saat kegiatan berlangsung, Jumat (7/8/2026).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Perkenalkan Produk Dendeng Daun Singkong kepada Ibu PKK Singorojo

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Undip berharap pemanfaatan pisang sebagai bahan dasar tape dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengembangkan potensi pangan lokal Desa Jelobo.

Lebih dari sekadar keterampilan mengolah makanan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan UMKM serta meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Jelobo.

Dengan adanya pembekalan dari sisi produksi, keselamatan dan kesehatan kerja, ekonomi, perpajakan, hingga hukum, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih komprehensif untuk mengembangkan usaha secara aman, tertib, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Tim II KKN Reguler Undip 2026

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA