Mahasiswa KKN UNDIP Kelompok 3 Tim IDBU 14 Kenalkan Kekayaan Desa melalui Edukasi UMKM

waktu baca 4 menit
Jumat, 24 Jul 2026 20:20 21 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Tim IDBU-14 Heroisme Universitas Diponegoro melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk Branjang Mengajar: Mengenal Potensi Desa Branjang melalui Permainan Edukatif, Diskusi Interaktif, dan Kreasi Gambar di SD Negeri Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (24/07/26).

Program Branjang Mengajar diinisiasi sebagai media edukasi berbasis potensi lokal yang mengajak siswa mengenal desa tempat mereka tumbuh melalui berbagai kekayaan alam dan usaha yang berkembang di sekitarnya.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai karakteristik siswa sekolah dasar, kegiatan ini menghadirkan UMKM sebagai pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan desa sejak dini.

Desa Branjang memiliki beragam potensi lokal yang berkembang dari masyarakatnya. Selain kekayaan alam dan budaya, desa ini juga dikenal melalui berbagai UMKM yang menjadi bagian dari identitas serta daya tarik desa.

Sebagai bagian dari program KKN bertema penguatan UMKM, Kelompok 3 KKN Tim IDBU 14 Heroisme mendampingi tiga UMKM di Dusun Branjang, yaitu Kopi Branjangan, Susu Perah Murni Dusun Branjang, dan Sigur.id.

Dalam pelaksanaan Branjang Mengajar, materi edukasi dikemas ke dalam tiga kelompok diskusi yang masing-masing mengangkat satu UMKM sebagai fokus pembelajaran.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Ikuti Acara Rolasan sebagai Forum Evaluasi dan Pengembangan UMKM Kecamatan Sukorejo

Pendekatan tersebut dirancang agar proses belajar berlangsung lebih interaktif, sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah melalui diskusi bersama fasilitator.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan, serta sesi ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang lebih akrab dan menyenangkan.

Selanjutnya, sebanyak 36 siswa kelas III SD Negeri Branjang dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing didampingi oleh dua orang fasilitator.

Setiap kelompok memperoleh materi mengenai salah satu UMKM dampingan Kelompok 3, sehingga siswa dapat mengenal karakteristik usaha yang berbeda melalui proses diskusi yang interaktif. 

MENGAJAR

Metode pembelajaran dikemas menyerupai focus group discussion (FGD) yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Sebelum memasuki sesi diskusi kelompok, MC terlebih dahulu mengenalkan pengertian UMKM melalui presentasi interaktif dengan media presentasi yang dirancang dengan bahasa sederhana dan visual yang menarik bagi anak-anak.

Setelah memperoleh pemahaman dasar tersebut, siswa berdiskusi dalam kelompok bersama fasilitator mengenai salah satu UMKM dampingan Kelompok 3.

Fasilitator menjelaskan informasi mengenai UMKM sesuai tema kelompok masing-masing, kemudian mengajak siswa berdiskusi melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mendorong mereka memahami materi secara aktif.

Selama diskusi berlangsung, siswa diberi kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, maupun berbagi pengalaman yang mereka ketahui mengenai usaha-usaha di sekitar tempat tinggal mereka.

Baca juga:  Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Pendekatan ini dipilih agar proses belajar berlangsung dua arah sehingga siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam pembelajaran.

mengajar

Setelah sesi diskusi selesai, setiap kelompok diminta menyampaikan kembali hasil pembahasannya di depan kelas. Awalnya, panitia merencanakan setiap kelompok hanya mengirimkan satu orang perwakilan untuk mempresentasikan hasil diskusi.

Namun, antusiasme siswa di luar perkiraan. Beberapa siswa dari setiap kelompok secara sukarela mengajukan diri untuk maju dan berbagi pemahaman mereka mengenai materi yang telah didiskusikan.

Momen tersebut menandakan tingginya partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung sekaligus mencerminkan bahwa pendekatan pembelajaran melalui permainan dan diskusi yang dirancang oleh Kelompok 3 mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan mendorong rasa percaya diri mereka.

Sebagai bentuk penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi menggambar yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan kreativitas mereka.

Setiap siswa memperoleh selembar kertas kecil untuk menuangkan gambar sesuai imajinasi masing-masing, kemudian hasil karya tersebut ditempel bersama pada kertas manila yang telah disiapkan untuk setiap kelompok.

Melalui aktivitas ini, siswa bebas menggambarkan berbagai ide, mulai dari produk, usaha, hingga cita-cita yang mereka impikan.

Beragam karya kreatif pun dihasilkan, menunjukkan bagaimana anak-anak mampu menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan gagasan mereka sendiri melalui media yang dekat dengan keseharian mereka.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T Undip Dorong Literasi Digital Lewat Pemetaan Wisata Waduk Cengklik untuk Website KALOKA

Antusiasme yang tampak pada sesi presentasi berlanjut hingga akhir kegiatan. Selama rangkaian program berlangsung, siswa aktif berdiskusi bersama fasilitator, berani mengajukan pertanyaan, saling berbagi pendapat, hingga menuangkan kreativitas mereka melalui kegiatan menggambar.

Suasana belajar yang hidup dan partisipatif menjadi bukti bahwa pengenalan potensi Desa Branjang dapat dikemas secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi materi yang ingin disampaikan.

Melalui program Branjang Mengajar, Kelompok 3 KKN Tim IDBU 14 Heroisme Universitas Diponegoro berharap siswa dapat semakin mengenal Desa Branjang sebagai tempat yang memiliki beragam kekayaan dan potensi, termasuk melalui UMKM yang berkembang di lingkungan mereka.

Pengenalan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa memiliki, apresiasi, serta kebanggaan terhadap desa sendiri sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal produk lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga memahami bahwa usaha-usaha tersebut merupakan bagian dari identitas dan kekayaan Desa Branjang.

 

Penulis: Daniella Andita Putri, Yasmin Aulia Putri, Diana Rizki, Muhammad Fauzan, Dwi Andina Nabila Putri, Faisal Kamaludin Malik, Rajja Azhar Muhammad, Kinasih Elyunesia Azahra, Kaifia Ana Maghfiroh, Desy Angriani Siahaan

Pembimbing: Gani Nur Pramudyo, M.Hum.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA