Inovasi Edukasi Seksual di Sekolah Dasar: Lagu dan Gerakan sebagai Sarana Penguatan Pemahaman Anak

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Agu 2025 15:40 31 Redaksi

Jatengvox.com – TIM KKN MIT 20 UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Seksual dengan tema “Tubuhku adalah Harta Karunku” di SDN 02 Penawangan pada 21 Agustus 2025.

Program ini ditujukan bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6, karena pada tingkat ini siswa sudah memasuki fase remaja, di mana mereka lebih membutuhkan informasi tentang edukasi seksual dalam masa peralihannya.

Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tingginya angka pelecehan seksual di Indonesia.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 Hadirkan Pojok Baca Kreatif di TK Al Mujahidin Kaligawe

Berdasarkan data Departemen Perencanaan Kesejahteraan, tercatat 21.869.797 anak mengalami pelecehan seksual sepanjang tahun 2010–2020 yang tersebar di 34 provinsi.

Mirisnya, banyak kasus terjadi pada anak usia dini. Kondisi interaksi intens antara guru-siswa maupun antar-anak juga menjadi faktor yang memerlukan perhatian lebih.

Oleh karena itu, edukasi seksual (sex education) dinilai penting sebagai sarana penyampaian informasi, transfer pengetahuan, serta upaya penyadaran terhadap isu seksual agar anak dapat terlindungi dari dampak negatif.

Baca juga:  Mahasiswi KKN UIN Walisongo Semarang Meriahkan Jalan Sehat SD Negeri Sedayu

Metode sosialisasi dirancang interaktif melalui lagu dan gerakan sederhana yang mudah diikuti siswa.

Lagu menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan, sementara gerakan fisik memperkuat pemahaman mereka.

Selain itu, tim juga menyelenggarakan kuis interaktif untuk melatih mental keberanian siswa serta memberikan reward bagi peserta aktif, sehingga dapat meningkatkan semangat serta ketertarikan siswa pada pembahasan yang diangkat pada sosialisasi tersebut.

Respon siswa sangat positif. Mereka antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat menyanyikan lagu “Ku Jaga Diriku” dan mempraktikkan gerakannya.

Para guru pun memberikan dukungan penuh serta apresiasi atas pendekatan kreatif yang dilakukan.

Baca juga:  AI Voice dan Deepfake Tantang Regulasi Hak Cipta, Kemenkum Dorong Revisi UU

Melalui kegiatan ini, TIM KKN MIT 20 UIN Walisongo berharap siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai edukasi seksual, mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi yang lebih siap menjaga diri dari risiko pelecehan seksual.

 

Oleh: Syafa Bintang Nuraini

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA