Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 2 dari UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan edukasi dan simulasi penanggulangan kebakaran di halaman Balai Desa Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Program edukasi tersebut terlaksana melalui koordinasi yang baik antara mahasiswa KKN dengan Muh. Imron selaku Koordinator Lapangan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak.

Kegiatan diikuti oleh perangkat desa, masyarakat, serta anak-anak setempat yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Dalam pemaparannya, tim pemadam kebakaran memberikan materi mengenai berbagai faktor penyebab terjadinya kebakaran, baik yang berasal dari kelalaian manusia maupun gangguan teknis pada instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang langkah-langkah pencegahan kebakaran skala kecil yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun tempat kerja.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pengenalan berbagai jenis alat pemadam kebakaran beserta fungsi dan cara penggunaannya.
Peserta diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung peralatan yang biasa digunakan oleh petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Puncak kegiatan berlangsung saat sesi simulasi pemadaman kebakaran. Pada sesi ini, tim Damkar Demak memperagakan teknik pemadaman api yang benar dan aman.
Peserta kemudian diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta teknik pemadaman sederhana dengan pendampingan dari petugas pemadam kebakaran.
Simulasi tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki keterampilan dasar dalam menangani kebakaran pada tahap awal sebelum api semakin membesar.
Ketua Posko 2 KKN UIN Walisongo menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran serta langkah-langkah penanggulangannya.
Menurutnya, edukasi semacam ini sangat relevan mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur penanganan kebakaran secara tepat.
Di sela kegiatan, mahasiswa KKN juga melakukan wawancara singkat dengan Muh. Imron selaku Koordinator Lapangan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebakaran di lingkungan sekitar,” ujar Muh. Imron.
Melalui wawancara singkat tersebut mahasiswa juga menyinggung terkait pentingnya edukasi kebakaran untuk masyarakat desa.
Menurutnya, edukasi ini sangat penting sebagai antisipasi masyarakat jika terjadi adanya musibah kebakaran di lingkungan masyarakat.
“Kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi kapan saja dan sering kali disebabkan oleh hal-hal sederhana yang kurang diperhatikan. Melalui edukasi ini, masyarakat dapat memahami cara mencegah kebakaran sejak dini serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan,” jelasnya.

Kegiatan edukasi dan simulasi penanggulangan kebakaran ini mendapatkan respons positif dari pihak perangkat desa dan masyarakat Desa Ngelowetan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sadar, sigap, dan tanggap dalam menghadapi potensi kebakaran sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN Reguler 86 Posko 2 UIN Walisongo Semarang






