Berita  

Aksi Hijau Mahasiswa KKN: Ciptakan Jalan Bunga di Desa Peron dengan Ratusan Bibit Tabebuya

Tabebuya

Jatengvox.com – Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), pengurus PKK Desa Peron, serta mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan penanaman bibit di Dusun Krajan, Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal pada tanggal 8 dan 15 November 2025.

Sebanyak 35 warga—terdiri dari ibu-ibu PKK, anggota KWT, dan pemuda setempat—turut terlibat langsung dalam kegiatan ini.

Mereka menanam 300 bibit Tabebuya berbagai warna, tanaman yang dikenal memiliki bunga indah menyerupai sakura.

Bibit tersebut ditanam di sepanjang jalan Dusun Krajan hingga Lapangan Serang, menggantikan area yang sebelumnya tampak kosong.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Regular 85 UIN Walisongo Posko 31 Wujudkan Kolam Ikan dan Tanaman Toga di Desa Tabet

Warga dan mahasiswa bekerja bahu-membahu menggali lubang, menanam bibit, hingga memasang ajir sebagai penopang.

Mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada anggota PKK dan KWT untuk memastikan teknik penanaman dilakukan dengan benar, mulai dari kedalaman lubang tanam hingga metode perawatan awal.

Bibit Tabebuya sendiri diperoleh melalui hasil kolaborasi dan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Desa Peron menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini dan menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga kesinambungan program penghijauan tersebut.

Dalam sambutannya, Ibu Kepala Desa berharap tanaman ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat ekologis.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 26 Dorong Budaya Baca E-Book serta Program Bimbingan Belajar di Kelurahan Palebon

“Semoga bibit-bibit Tabebuya ini dapat tumbuh subur, memberikan manfaat ekologis yang besar, serta menjadi kebanggaan dan penambah keindahan Desa Peron di masa mendatang,” ujarnya.

Aksi penanaman bibit Tabebuya ini menjadi bukti nyata kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

Melalui semangat pengabdian dan gotong royong, mahasiswa KKN UIN Walisongo meninggalkan program yang berdampak jangka panjang bagi terwujudnya Desa Peron yang produktif, indah, dan lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *