Jatengvox.com – Pada Jumat (23/8), suasana Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dipenuhi keceriaan. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, warga menggelar karnaval tahunan yang berlangsung sangat meriah.
Jalan-jalan desa dipadati penonton yang antusias menyaksikan parade ogoh-ogoh, berbagai atraksi seni, dan kostum bertema perjuangan yang menghadirkan nuansa kebangsaan.
Ogoh-Ogoh Jadi Daya Tarik Utama
Kehadiran ogoh-ogoh raksasa dari berbagai dusun menjadi pusat perhatian. Kreativitas warga terlihat dari bentuk-bentuk ogoh-ogoh yang ditampilkan, mulai dari tokoh pahlawan nasional, simbol perjuangan, hingga wujud unik yang sarat makna budaya.
Meski proses pembuatannya memakan waktu lama dan baru selesai pada pagi hari menjelang acara, hasilnya membuat warga kagum.
Ketua Panitia, Suharman (46), menyampaikan bahwa persiapan tahun ini cukup panjang, namun antusiasme warga membuat segala lelah terbayar.
“Walaupun tidak dilombakan, semangat warga tetap tinggi. Alhamdulillah 99 persen acara berjalan sukses. Dukungan masyarakat luar biasa, penonton pun membludak sampai kami kewalahan di area parkir,” ungkapnya.
Kisah Peserta: Bangga Jadi Bagian Karnaval
Bagi peserta, karnaval tahun ini menjadi momen yang penuh kebanggaan. S.H. (36), warga Dusun Legok Sari, mengaku senang mendapat kesempatan tampil sebagai maskot utama.
“Biasanya saya hanya ikut jadi pasukan joget, tapi kali ini dipercaya jadi pemeran utama. Rasanya bangga sekali karena bakat saya sejak sekolah bisa berguna lagi. Karnaval tahun ini lebih meriah dari sebelumnya, apalagi ada dukungan mahasiswa KKN,” jelasnya dengan haru.
Dari Dusun Sampir Malang, A.G. menuturkan bahwa partisipasinya dalam karnaval merupakan wujud penghargaan terhadap jasa pahlawan.
“Motivasi kami mengikuti karnaval ini adalah untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Senang bisa menghibur warga sekaligus memperkuat solidaritas. Tahun ini suasananya lebih heboh dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Antusiasme Warga Tak Pernah Padam
Sejak pagi, masyarakat sudah berbondong-bondong datang. Anak-anak membawa bendera merah putih, remaja mengenakan pakaian bertema perjuangan, dan orang tua ikut mendukung dengan penuh semangat.
Suasana semakin hidup dengan alunan musik, sorak-sorai penonton, dan tepuk tangan meriah saat peserta melintas.
Meski ada beberapa kendala teknis seperti komunikasi antar-panitia dan pengaturan suara, semua dapat diatasi berkat kekompakan tim.
Dukungan mahasiswa KKN juga memberi energi tambahan, baik dalam membantu teknis lapangan maupun dokumentasi acara.
Nilai Nasionalisme di Balik Karnaval
Kepala Desa Pidodo Kulon, DP (37), menegaskan pentingnya karnaval sebagai sarana edukasi kebangsaan.
“Tujuan utama karnaval ini adalah memperingati kemerdekaan RI dengan cara membangkitkan nasionalisme. Kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air kepada warga, khususnya generasi muda, melalui ekspresi budaya dan kreativitas,” jelasnya.
Belia menambahkan bahwa sejak 2022, karnaval sudah menjadi tradisi yang selalu ditunggu-tunggu.
Meski tidak ada lagi penilaian atau perlombaan antar-dusun, semangat warga tetap tinggi, bahkan semakin kreatif dari tahun ke tahun.
Harapan ke Depan
Warga berharap tradisi karnaval 17 Agustus di Desa Pidodo Kulon terus berlanjut dan semakin berkembang.
Ogoh-ogoh diharapkan semakin banyak dan variatif, penampilan seni makin kaya, serta partisipasi warga makin luas.
“Kami ingin tahun depan lebih meriah lagi. Karnaval ini bukan hanya hiburan, tapi ruang kebersamaan dan wujud cinta tanah air,” pungkas Kepala Desa.
Dengan semangat gotong royong, kreativitas warga, dan rasa nasionalisme yang tinggi, karnaval Desa Pidodo Kulon tahun ini kembali membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat persatuan.
Editor : Murni A