Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Moderasi Beragama (MB) Posko 03 UIN Walisongo Semarang mengadakan workshop bertajuk “Ngalih Ngaji Lawan Stunting dengan Hati” di Gedung Serbaguna Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, Kendal, pada Sabtu (23/08/2025).
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan menghadirkan narasumber Ustadz dr. Mustamir, S.Ked., Pr.Tas. Workshop ini dihadiri oleh mahasiswa KKN, Bu Fila selaku istri Kepala Desa Cepokomulyo, Bu Rusmiati selaku bidan Puskesmas Gemuh, kader posyandu, serta para ibu dan anak. Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB.
Dalam sambutannya, Bu Fila menekankan pentingnya peran ibu dalam keluarga.
“Kita sebagai ibu menjadi madrasah pertama bagi anak kita, sesuai dengan hal yang akan disampaikan oleh Pak Ustadz,” ujarnya.
Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman.
Dalam materi yang disampaikan, Ustadz dr. Mustamir, S.Ked., Pr.Tas menjelaskan bahwa gizi tidak semata-mata berkaitan dengan asupan makanan, melainkan mencakup tiga aspek utama yang saling terkait, yakni gizi fisik, gizi psikologis, dan gizi rohani.
Menurutnya, gizi fisik diperoleh dari kebutuhan dasar tubuh seperti udara, air, karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin.
Sementara itu, gizi psikologis bersumber dari hati dan informasi yang diterima, sedangkan gizi rohani diperoleh melalui ibadah.
Ia menegaskan, stunting selama ini kerap hanya dipahami sebagai kekurangan gizi semata.
Padahal, dalam perspektif Islam, kesehatan sejatinya meliputi keseimbangan pola hidup sehat yang selaras dengan ajaran syariat.
Acara ini berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa KKN MB Posko 03 berharap kegiatan ini mampu memberikan edukasi holistik tentang pencegahan stunting, sekaligus mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan dari sisi fisik, psikologis, maupun spiritual.
Workshop ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, tokoh agama, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya mencegah stunting sejak dini.
Ditulis oleh: Kharina Ameilia Alfiyana & Nur Dwi Septiani (Tim KKN MB Posko 03 UIN Walisongo Semarang)
[…] acara ini, para mahasiswa KKN mengajak warga untuk memahami bahwa perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan […]