Jatengvox.com – Ancaman peredaran gelap narkotika yang mulai menyasar anak-anak sekolah dasar menjadi perhatian serius berbagai pihak. Mengantisipasi modus peredaran terselubung yang kian beragam, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 46 merespons cepat dengan menggelar sosialisasi anti-narkoba bertajuk “Pilih Sehat Bukan Narkoba” di SDN 2 Mranggen, Jalan Raya Kauman No. 103, RT 003/RW 003, Kabupaten Demak, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan preventif ini menyasar 29 siswa kelas 6 SD. Pemilihan masa akhir sekolah dasar dinilai sangat krusial sebagai benteng transisi dan pembentukan karakter sebelum para siswa melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Penanggung Jawab Bidang Anti-Narkotika KKN UPGRIS Kelompok 46, Mochammad Hafiidz Misbahudin, menekankan pentingnya membekali para siswa dengan daya tangkal diri serta dorongan pada aktivitas positif.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa kelas 6 memiliki bekal untuk memilih pergaulan yang positif sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. Kami mengajak mereka mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif seperti olahraga, sehingga mereka mampu berpikir kritis, berani menolak ajakan zat berbahaya, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif,” ujar Mochammad Hafiidz Misbahudin.
Inisiatif mahasiswa KKN ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SDN 2 Mranggen, Suparmi S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa pembekalan pengetahuan sejak dini merupakan instrumen penting untuk memotong celah peredaran zat adiktif di lingkungan sekolah.
“Kami sangat menyambut baik sosialisasi dari mahasiswa UPGRIS. Saat ini bahaya narkotika tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dengan bekal pengetahuan ini, pikiran anak-anak lebih disiapkan dan dibentengi agar tidak mudah terpengaruh orang lain. Kami berharap program KKN ini terus terlaksana dengan baik karena dampaknya sangat nyata bagi masyarakat sekitar,” tutur Suparmi S.Pd., M.Pd.

Rangkaian acara dikemas interaktif lewat pemutaran video edukasi, diskusi tanya jawab, hingga simulasi praktis menolak ajakan zat berbahaya serta tata cara melapor kepada orang tua atau pihak berwajib.
Guru SDN 2 Mranggen, Zulfa, mengungkapkan bahwa ancaman nyata saat ini sering kali datang lewat modus jajanan yang dekat dengan keseharian anak-anak.
“Anak-anak SD sekarang rentan karena sudah memegang smartphone dan menjadi sasaran modus baru, seperti tawaran permen atau minuman dari orang asing. Lewat sosialisasi interaktif seperti ini, anak-anak yang semula tidak tahu menjadi paham, berani berkata ‘tidak’, dan lebih terbuka bercerita kepada orang tua maupun guru jika menemui hal mencurigakan,” jelas Zulfa.
Zulfa menambahkan, pihak sekolah senantiasa menyisipkan pemahaman bahaya narkotika dalam pembelajaran sehari-hari, seperti pada mata pelajaran IPAS, serta berkolaborasi dengan kepolisian dan orang tua murid untuk menjaga ruang tumbuh anak tetap aman.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan seruan “Salam Anti-Narkoba” bersama seluruh peserta. Aksi ini menjadi simbol komitmen antara mahasiswa KKN, tenaga pengajar, dan siswa untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat serta bersih dari narkotika.
Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar