Jatengvox.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik dilakukan oleh Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Bentak melalui program multidisiplin bertema “Penerapan Komposting sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan Peningkatan Kesuburan Tanah di Desa Bentak. “
Kegiatan ini digelar bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, dengan melibatkan sekitar 16 peserta.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sebagian besar sampah rumah tangga berupa sisa sayuran, buah-buahan, dan daun kering dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi sekaligus praktik langsung pembuatan kompos menggunakan komposter sederhana berbahan galon bekas air mineral.
Metode ini dipilih karena mudah dibuat, murah, dan dapat diterapkan oleh masyarakat di lingkungan rumah masing-masing. Komposter dirancang menggunakan dua galon bekas yang dilengkapi kran untuk menampung air lindi hasil proses pengomposan.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahan-bahan yang diperlukan dalam proses komposting, seperti sampah organik rumah tangga, daun kering, EM4, molase, dan kotoran kambing sebagai bahan pendukung proses dekomposisi. Selain itu, mahasiswa menjelaskan tahapan penyusunan bahan di dalam komposter agar proses penguraian dapat berlangsung secara optimal.
Sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, kegiatan ini juga dilengkapi dengan media edukasi digital berupa leaflet dan dokumentasi visual yang bertujuan mempermudah masyarakat memahami proses komposting secara mandiri. Melalui media tersebut, peserta dapat mempelajari kembali langkah-langkah pembuatan kompos meskipun kegiatan sosialisasi telah selesai dilaksanakan.
Selain memberikan edukasi mengenai komposting, tim KKN juga mendukung upaya publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bentak melalui pembuatan akun media sosial Instagram dan TikTok.
Kehadiran akun media sosial tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi kegiatan KWT, media edukasi lingkungan, serta wadah berbagi informasi mengenai hasil pengolahan kompos dan berbagai kegiatan produktif masyarakat Desa Bentak. Melalui pemanfaatan media digital, KWT diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
Kepala Desa Bentak menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi sederhana dalam mengelola sampah rumah tangga. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan pekarangan rumah,” ungkap Kepala Desa Bentak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta Kelompok Wanita Tani. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoritis, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos menggunakan komposter sederhana yang telah disiapkan oleh tim KKN.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat Desa Bentak semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan serta mampu memanfaatkan kompos sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk mendukung produktivitas tanaman di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani.***
Penulis: Fahrezi Naufal Syafiqi
KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Bentak Tahun 2026
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar