Tradisi Bertemu Generasi: KKN UIN Walisongo Hidupkan Merti Desa Bumen dan Peringatan HUT ke-80 RI

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Agu 2025 10:44 18 jatengvox

Jatengvox.com – Dalam rangka merti desa sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Bumen menggelar Pengajian Umum Akbar pada Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 14.00–16.00 WIB di Lapangan Desa Bumen.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga desa, tokoh agama, serta jajaran pemerintah desa.

Acara dimeriahkan oleh kehadiran Nyai Imronah Zaenah selaku penceramah dengan iringan musik religi dari El Rona Music Kendal.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang turut ambil bagian dalam mensukseskan acara ini.

Selain membantu teknis pelaksanaan, mahasiswa juga berperan dalam dokumentasi, pengaturan tempat, serta koordinasi warga.

Baca juga:  Sukses Rampungkan Pendidikan P3N XXVII Lemhannas RI, Dr. T.R. Fahsul Falah Siap Perkuat Kepemimpinan Visioner Nasional

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi adik-adik mahasiswa KKN. Mereka sangat membantu dan cepat beradaptasi dengan masyarakat.

Ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan desa,” ujar Bapak Sobri, Kepala Desa Bumen, saat diwawancarai oleh tim Jateng News.

Acara pengajian ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan juga bentuk rasa syukur warga atas limpahan berkah dan keselamatan desa.

“Merti desa adalah tradisi turun-temurun. Kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan. Kami ingin membangun spiritualitas sekaligus nasionalisme warga,” terang Bapak Jamil, Ketua Panitia Merti Desa.

Baca juga:  KKN Posko 15 UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Cara Mencuci Tangan yang Benar di TK Maranata 

Dengan tema “Merajut Harmoni Iman dan Budaya Menuju Desa Bermartabat”, pengajian umum ini menjadi ajang pemersatu lintas generasi. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.

Nyai Imronah Zaenah dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat iman sebagai fondasi pembangunan desa.

Saat diwawancarai, beliau menuturkan, “Saya melihat masyarakat Desa Bumen sangat antusias dan kompak. Semoga acara seperti ini terus dilestarikan karena bukan hanya mempererat silaturahmi, tapi juga menguatkan iman kita bersama,” ungkapnya.

Baca juga:  Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10.000 Selama Libur Panjang 18–24 Maret

Nuansa religius kian terasa dengan alunan sholawat dari grup musik El Rona yang menggugah hati.

Acara ditutup dengan doa bersama dan refleksi kebangsaan, diiringi harapan agar Desa Bumen senantiasa diberi keberkahan, kemajuan, dan persatuan.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam kalender budaya dan keagamaan Desa Bumen, sekaligus menjadi ajang pembelajaran sosial bagi para mahasiswa KKN yang terlibat.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA