Jatengvox.com – Mahasiswi KKN-T Tim 5 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa Sosialisasi Job Safety Analysis (JSA) pada Kegiatan Kesenian Barongan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (10/02/2026) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sektor seni dan budaya masyarakat.
Program ini menyasar para pelaku dan pengelola kesenian barongan sebagai pihak yang terlibat langsung dalam rangkaian aktivitas pertunjukan.
Sosialisasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan identifikasi potensi bahaya serta pengendalian risiko sebelum kegiatan kesenian berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai tata cara pembuatan JSA, penggunaan formulir JSA, serta pentingnya penerapan JSA sebagai langkah preventif sebelum pertunjukan dimulai.
Selama kegiatan, peserta menunjukkan partisipasi aktif melalui diskusi bersama pihak kesenian terkait pembaruan format formulir JSA agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain itu, sesi tanya jawab interaktif juga dilakukan guna memperdalam pemahaman mengenai penerapan keselamatan kerja pada setiap alur aktivitas barongan, mulai dari persiapan alat, penggunaan properti, hingga pengaturan pergerakan pemain.
Pelaksanaan sosialisasi Job Safety Analysis (JSA) pada kesenian barongan di Kelurahan Karangsari berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Materi mengenai tata cara penyusunan dan penggunaan formulir JSA dapat disampaikan dengan baik, disertai penjelasan mengenai penerapannya sebelum kegiatan kesenian dimulai sebagai langkah identifikasi bahaya dan pengendalian risiko.
Peserta juga terlibat aktif dalam diskusi serta tanya jawab interaktif, sehingga suasana kegiatan berjalan dinamis dan partisipatif. Secara keseluruhan, kegiatan ini terlaksana secara efektif dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun hambatan yang ditemui relatif terbatas, terutama adanya perbedaan tingkat pemahaman peserta terhadap istilah teknis keselamatan kerja.
Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penjelasan ulang menggunakan bahasa yang lebih sederhana serta pemberian contoh penerapan langsung yang disesuaikan dengan aktivitas kesenian barongan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, disusun luaran berupa poster tata cara pembuatan JSA yang dilengkapi dengan QR code untuk mengakses pembaruan formulir secara digital.
Selain itu, dihasilkan pula hardfile formulir JSA yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan dan disosialisasikan kepada koordinator lapangan sebagai panduan penerapan keselamatan kerja pada setiap kegiatan barongan.
Melalui program ini, diharapkan kesenian barongan di Kelurahan Karangsari tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga semakin memperhatikan aspek keselamatan kerja demi terciptanya pertunjukan yang aman, tertib, dan profesional.
Penulis : Khairina Apriliani, Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














