Tingkatkan K3, Mahasiswa KKN Petakan Bahaya di UMKM Shibori Sidomaju

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:21 3 jatengvox

Jatengvox.com — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Namun, dalam proses produksinya, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering kali luput dari perhatian. Hal inilah yang menjadi fokus utama kegiatan program multidisiplin mahasiswi Teknik Industri, Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani, dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di UMKM Shibori Sidomaju yang berlokasi di RT 4 Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

UMKM Shibori Sidomaju berfokus pada pembuatan kain pewarnaan teknik shibori. Pada proses produksi melibatkan berbagai tahapan kerja aktif mulai dari pencampuran zat warna cair, perebusan, hingga penanganan bahan-bahan kimia pendukung. Sayangnya, belum adanya identifikasi bahaya (hazard) yang terstruktur pada tahapan produksi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja bagi para pekerja.

Melihat kondisi tersebut, Masayu menginisiasi program Identifikasi Hazard dan Sosialisasi Potensi Bahaya. Dari hasil identifikasi, ditemukan beberapa aspek risiko yang memerlukan perhatian khusus, diantaranya kontak langsung dengan bahan kimia iritan/korosif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Booklet “Ekonomi untuk Semua” sebagai Media Literasi Ekonomi di Pojok Edukasi Desa Tegalsari

Sebagai bentuk konkret pengendalian risiko (risk control), Masayu menyerahkan serta memasang penanda bahaya (warning sign) visual di titik-titik krusial area lantai produksi, seperti:

  1. Penanda Bahaya Area Kompor/Panas: Dipasang di area perebusan untuk mencegah risiko luka bakar serta bahaya kontaminasi silang.
  2. Hasil Identifikasi & Evaluasi Risiko Kerja: Memasang tabel panduan penilaian risiko kerja yang mudah dibaca oleh para pekerja sebagai acuan.
  3. Peringatan Bahan Kimia Iritan & Korosif: Ditempelkan pada area penyimpanan cairan pewarna dan dirigen berisi waterglass.

Selain pemasangan atribut visual, kegiatan ini pun berisi edukasi dan sosialisasi kepada pemilik dan pengrajin UMKM Shibori Sidomaju mengenai pentingnya membudayakan K3 dalam kegiatan sehari-hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Kunjungan Kewirausahaan ke UMKM Ceriping Gondangsari

Melalui program yang berfokus pada K3 ini, UMKM Shibori Sidomaju diharapkan dapat mengutamakan aspek keselamatan dan kesadaran bahaya dalam setiap tahapan produksi. Langkah sederhana dengan mengenali potensi bahaya serta mematuhi rambu keselamatan menjadi kunci utama mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas dari kecelakaan demi produktivitas keberlanjutan UMKM Shibori Sidomaju.

 

Penulis              : Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani
Program Studi : Teknik Industri

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA