Tim KKN Posko 3 UIN Walisongo Semarang Gandeng DLH Kabupaten Semarang Bekali Karang Taruna dalam Kegiatan Sosialisasi Bank Sampah dan TPS 3R di Kalirejo

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 20:30 11 jatengvox

Jatengvox.com – Upaya membangun kesadaran ekologis di Tingkat tapak terus digelorakan. Mengandalkan peran strategis generasi muda sebagai agen dari perubahan, Tim Mahasiswa KKN Posko 3 UIN Walisongo Semarang ajak DLH Kabupaten Semarang untuk bekali Karang Taruna Kalirejo dalam Kegiatan Sosialisasi Bank Sampah & TPS 3R.

Langkah Konkrit ini dirancang untuk menjawab tantangan masifnya sampah domestik yang kian meningkat seiring pertambahan populasi masyarakat.

Bertempat di Balai Kelurahan Kalirejo, Puluhan Karang Taruna memadati arena kegiatan dengan antusiasme tinggi pada Sabtu (29/8/26).

Pengelolaan sampah yang ideal tidak lagi berpusat pada prinsip “Kumpul, Angkut dan Buang”, melainkan berpijak pada prinsip pembatasan dan pemanfaatan Kembali secara logis.

Melalui sesi pemaparan materi oleh Bu Arum Choirun Nisa, S.T selaku perwakilan dari Dinas terkait, pemateri dari DLH menekankan pentingnya pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yakni lingkungan rumah tangga.

Pada sesi sosialisasi ini, Karang Taruna dibekali pemahaman komperhensif mengenai klasifikasi sampah organik yang dibedakan dalam tiga tahapan (Organik, Anorganik, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)).

Baca juga:  Dukung Program Desa Cantik, Mahasiswa KKN Undip Visualisasikan Data Kependudukan Desa Karanganom dalam Bentuk Infografis

Kegiatan ini difokuskan pada penerapan prinsip 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle yang terukur. Reduce mengajak warga setempat dalam meminimalkan penggunaan barang sekali pakai, Reuse mendorong pemanfaatan kembali barang layak pakai serta Recycle memandu Teknik daur ulang limbah agar memiliki nilai guna baru.

“Sampah memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi kalau dikelola dengan baik,” tegas Nasihin.

Dukungan adanya kegiatan sosialisasi ini diperkuat dengan kehadiran Nasihin selaku ketua bank sampah Kelurahan Kalirejo.

Ia menegaskan bahwa sampah yang terpilah rapi bukan sekadar limbah, melainkan aset ekonomi masyarakat.

Nasihin secara lugas membuka wawasan para pemuda bahwa sampah tidak lagi boleh dipandang sebelah mata sebagai limbah yang mengotori lingkungan.

Menurutnya, pemilahan sampah dari level rumah tangga merupakan kunci utama untuk mengubah persepsi publik terhadap keberadaan limbah domestik.

Baca juga:  Potongan Tarif Tol Berlaku Hari ini di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalu Lintas Melewati GT Cikampek Utama

Jika dikelola secara sistematis melalui mekanisme bank sampah, material yang semula dianggap tidak berguna justru dapat diubah menjadi aset ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. melalui pengalaman empirisnya dalam mengelola bank sampah Kalirejo, ia berpendapat bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, hingga kaleng bekas dapat dikonversi menjadi tabungan tunai yang menambah pemasukan warga.

Penjelasan ini memantik semangat generasi muda untuk mulai mengambil peran aktif. Karang Taruna diharapkan tidak hanya paham aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah di Kelurahan Kalirejo secara konsisten.

Edukasi kolaboratif ini menjadi pemicu lahirnya komitmen bersama untuk menyuarakan gerakan zero waste di Kelurahan Kalirejo.

Dengan berbekal pemahaman prinsip 3R dan manajemen bank sampah, para pemuda optimis dapat mengubah pola pikir masyarakat dari sekedar buang sampah hingga dapat dimanfaatkan sebagai limbah yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Baca juga:  Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026

Langkah nyata ini diyakini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan desa, tetapi juga memantik kemandirian ekonomi warga berbasis pengelolaan lingkungan hidup.

Sinergi antara mahasiswa KKN Posko 3 Uin Walisongo Semarang serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan pihak Bank Sampah ini diharapkan tidak berhenti pada sesi sosialisasi semata, kedepannya Karang Taruna Kelurahan Kalirejo dapat diproyeksikan menjadi pionir pembentukan unit bank sampah muda serta agen penggerak pemilahan sampah mandiri di tengah kehidupan masyarakat Kalirejo.

“Setelah ada acara sosialisasi TPS 3R ini diharapkan fasilitas TPS 3R di Kelurahan bisa aktif dan berjalan kembali,” ujar Bu Arum.

Ungkapan tersebut menjadi pemicu penting agar infrastruktur pengelolaan sampah yang ada di Kelurahan Kalirejo tidak berhenti sebatas bangunan fisik semata, Bu Arum selaku pemateri dari DLH menegaskan bahwa menghidupkan Kembali operasional TPS 3R membutuhkan komitmen kolektif dari masyarakat khususnya dorongan dari pemuda Karang Taruna sebagai penggerak utama dalam mengelola serta memilah sampah di Tingkat lokal secara konsisten.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA