Tim II KKN Tematik IDBU 30 Undip Sosialisasikan PHBS dan Demonstrasikan Komposter Galon Tumpuk di 8 RW Desa Sriwulan

waktu baca 2 menit
Minggu, 19 Jul 2026 21:20 6 jatengvox

Jatengvox.com – Tim KKN Tematik IPTEK Bagi Daerah Binaan (IDBU) 30 Universitas Diponegoro melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta demonstrasi pembuatan komposter sederhana menggunakan metode galon tumpuk di seluruh RW Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Kegiatan berlangsung secara bertahap mulai 8 Juli hingga 19 Juli 2026 dan menyasar ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama kebersihan lingkungan di tingkat keluarga dan masyarakat.

Sosialisasi pertama dilaksanakan pada 8 Juli 2026, dan rangkaian kegiatan ditutup pada 19 Juli 2026.

Baca juga:  Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang Gantikan Sri Mulyani

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di delapan RW Desa Sriwulan sesuai jadwal pertemuan rutin PKK setempat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya PHBS, hubungan antara pengelolaan sampah dan kesehatan masyarakat, prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.

Peserta juga diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.

Dokumentasi TIM II KKN Tematik IDBU 30 Undip melakukan Sosialisasi PHBS bersama Ibu-Ibu PKK RW 03 Desa Sriwulan.

Selain sosialisasi, mahasiswa memperagakan cara membuat komposter galon tumpuk, yaitu dua galon bekas yang disusun bertingkat untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan pupuk cair (lindi). Metode ini dipilih karena sederhana, murah, dan mudah diterapkan di rumah.

Dokumentasi TIM II KKN Tematik IDBU 30 Undip melakukan Demonstrasi Kompos bersama Ibu-Ibu PKK RW 03 Desa Sriwulan.

Salah satu peserta, Ibu Budi dari PKK RW 01, mengaku sudah pernah membuat kompos sebelumnya, namun baru pertama kali melihat metode galon tumpuk yang diperkenalkan mahasiswa KKN.

Baca juga:  Kementerian PU dan Pemkab Jember Bersinergi Merenovasi Pasar Tanjung dengan Desain Berbasis Kearifan Lokal

“Saya sudah pernah membuat kompos, jadi sebenarnya ibu-ibu di sini sudah tahu tentang kompos. Tapi kalau yang memakai galon ditumpuk seperti ini, saya belum pernah mencoba. Ternyata caranya cukup sederhana dan bisa dibuat di rumah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian ibu-ibu PKK Desa Sriwulan telah memiliki pengetahuan dasar tentang pengomposan, meskipun belum seluruhnya pernah mempraktikkan pembuatan kompos dengan metode galon tumpuk. 

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Tematik IDBU 30 berharap masyarakat dapat mulai mengelola sampah organik sejak dari rumah sehingga jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dapat berkurang dan kualitas kesehatan lingkungan di Desa Sriwulan semakin meningkat.

Baca juga:  KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA