Jatengvox.com – Suasana penuh kebersamaan terasa di Desa Pidodo Kulon pada malam tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti acara syukuran yang digelar sederhana namun penuh makna.
Acara ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus upaya menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Carik Desa Pidodo Kulon, Pak Kinanto (48), menyebutkan bahwa kegiatan tasyakuran ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata rasa terima kasih atas perjuangan para pahlawan.
“Acara ini merupakan wujud rasa syukur kita atas perjuangan para pahlawan dan nikmat kemerdekaan dari Allah. Harapannya, acara seperti ini bisa mempererat komunikasi antarwarga sekaligus memupuk semangat persatuan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan peran penting generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Pak Kinanto mengajak anak-anak muda untuk berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Generasi muda harus ikut mengisi kemerdekaan dengan kegiatan membangun sesuai profesinya. Dengan begitu, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan secara simbolis, tapi juga ikut menjaga dan memajukan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga, Pak Didin Miswar (36), mengungkapkan kesannya terhadap acara tersebut. Menurutnya, tasyakuran menjadi momen penting yang ditunggu warga setiap tahun.
“Ini acara seremonial setahun sekali untuk memperingati kemerdekaan. Yang paling berkesan tentu saat makan-makan bersama, karena di situ ada filosofi kebersamaan. Warga bisa kumpul, ngobrol, dan semakin akrab,” ujarnya.
Pak Didin juga menyampaikan harapan agar tradisi ini terus berlangsung dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.
“Harapannya warga Pidodo Kulon makin solid, rukun, dan kalau ada karnaval bisa tambah semarak. Acara semacam ini jangan sampai hilang karena jadi wadah silaturahmi yang penting,” katanya.
Di akhir perbincangan, ia juga menitipkan pesan untuk Indonesia. Meski sempat mengungkapkan rasa lelah melihat kondisi bangsa, Pak Didin tetap berharap agar Indonesia bisa terus maju.
“Meskipun banyak tantangan, saya tetap berharap Indonesia semakin maju ke depannya,” tutupnya.
Warga lainnya, Pak Muhammad Suharman (47), juga menuturkan kegembiraannya atas terselenggaranya tasyakuran ini. Ia menilai acara tersebut sangat penting karena menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan.
“Saya sangat senang sekali, karena antusias warga yang datang juga banyak. Acara ini penting karena meski kita tidak ikut perang, kita tetap bisa meramaikan dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Itu kewajiban kita sebagai warga,” jelasnya.
Bagi Pak Suharman, momen paling berkesan adalah saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama warga serta ketika dirinya mendapat potongan tumpeng dari Kepala Desa.
Ia pun berharap tahun depan acara dapat berlangsung lebih meriah.
“Harapan saya ya tahun depan lebih rame lagi, lebih meriah lagi,” tambahnya.
Tak lupa, ia menyampaikan doa untuk bangsa di hari kemerdekaan.
“Mudah-mudahan rakyat Indonesia makin makmur, tambah sehat, sejahtera, makin kaya, makin gendut,” ucapnya sambil tersenyum.
Acara tasyakuran di Pidodo Kulon ini menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan lomba atau perayaan meriah, tetapi juga dengan kebersamaan, doa, dan rasa syukur.
Melalui kegiatan sederhana seperti ini, masyarakat berharap persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.