Warga Desa Pidodo Kulon Gelar Tasyakuran Kemerdekaan, Harapkan Persatuan dan Kerukunan Tetap Terjaga

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Suasana penuh kebersamaan terasa di Desa Pidodo Kulon pada malam tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti acara syukuran yang digelar sederhana namun penuh makna.

Acara ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus upaya menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Carik Desa Pidodo Kulon, Pak Kinanto (48), menyebutkan bahwa kegiatan tasyakuran ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata rasa terima kasih atas perjuangan para pahlawan.

“Acara ini merupakan wujud rasa syukur kita atas perjuangan para pahlawan dan nikmat kemerdekaan dari Allah. Harapannya, acara seperti ini bisa mempererat komunikasi antarwarga sekaligus memupuk semangat persatuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan peran penting generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Pak Kinanto mengajak anak-anak muda untuk berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Baca juga:  Tak Sekadar Laga, Turnamen Sepak Bola Antar Dukuh di Pidodo Kulon Jaga Kebersamaan dan Semarakkan HUT RI

“Generasi muda harus ikut mengisi kemerdekaan dengan kegiatan membangun sesuai profesinya. Dengan begitu, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan secara simbolis, tapi juga ikut menjaga dan memajukan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga, Pak Didin Miswar (36), mengungkapkan kesannya terhadap acara tersebut. Menurutnya, tasyakuran menjadi momen penting yang ditunggu warga setiap tahun.

“Ini acara seremonial setahun sekali untuk memperingati kemerdekaan. Yang paling berkesan tentu saat makan-makan bersama, karena di situ ada filosofi kebersamaan. Warga bisa kumpul, ngobrol, dan semakin akrab,” ujarnya.

Pak Didin juga menyampaikan harapan agar tradisi ini terus berlangsung dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.

“Harapannya warga Pidodo Kulon makin solid, rukun, dan kalau ada karnaval bisa tambah semarak. Acara semacam ini jangan sampai hilang karena jadi wadah silaturahmi yang penting,” katanya.

Baca juga:  Menumbuhkan Cinta Membaca, KKN MB Posko 03 Hadirkan Perpusling di SD Cepokomulyo

Di akhir perbincangan, ia juga menitipkan pesan untuk Indonesia. Meski sempat mengungkapkan rasa lelah melihat kondisi bangsa, Pak Didin tetap berharap agar Indonesia bisa terus maju.

“Meskipun banyak tantangan, saya tetap berharap Indonesia semakin maju ke depannya,” tutupnya.

Warga lainnya, Pak Muhammad Suharman (47), juga menuturkan kegembiraannya atas terselenggaranya tasyakuran ini. Ia menilai acara tersebut sangat penting karena menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan.

“Saya sangat senang sekali, karena antusias warga yang datang juga banyak. Acara ini penting karena meski kita tidak ikut perang, kita tetap bisa meramaikan dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Itu kewajiban kita sebagai warga,” jelasnya.

Baca juga:  Semangat 17 Agustus di Dusun Krasak: Pawai Spektakuler, KKN Posko 86 UIN Walisongo Turut Sukseskan Dusun Krasak

Bagi Pak Suharman, momen paling berkesan adalah saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama warga serta ketika dirinya mendapat potongan tumpeng dari Kepala Desa.

Ia pun berharap tahun depan acara dapat berlangsung lebih meriah.

“Harapan saya ya tahun depan lebih rame lagi, lebih meriah lagi,” tambahnya.

Tak lupa, ia menyampaikan doa untuk bangsa di hari kemerdekaan.

“Mudah-mudahan rakyat Indonesia makin makmur, tambah sehat, sejahtera, makin kaya, makin gendut,” ucapnya sambil tersenyum.

Acara tasyakuran di Pidodo Kulon ini menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan lomba atau perayaan meriah, tetapi juga dengan kebersamaan, doa, dan rasa syukur.

Melalui kegiatan sederhana seperti ini, masyarakat berharap persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Polisi Lindas Ojol Gegerkan Publik, Propam Polri Amankan 7 Oknum Brimob dan Janjikan Penanganan Terbuka
Rantis Polisi Brimob Lindas Ojol di Jakarta Pusat, Massa Berteriak Panik
Kemenag Gelar MHQ Internasional Pertama Khusus Disabilitas Netra di Jakarta, Peserta Datang dari 12 Negara
Lowongan Magang Media Online di Jatengvox.com: Peluang Belajar Jurnalistik untuk Mahasiswa
Festival Kota Lama Semarang 2025 Color of Unity Suguhkan Jazz Dunia, Wayang Orang Jalanan, Hingga Pasar Sentiling Nostalgia
Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ditutup dengan Malam Perpisahan di Candisari
45 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN MB Posko 03 UIN Walisongo Resmi Ditarik dari Desa Cepokomulyo
Wajib Daftar NIK KTP untuk Beli LPG 3 Kg Mulai 2026, Siapa Saja yang Sebenarnya Berhak?

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 01:00 WIB

Kasus Polisi Lindas Ojol Gegerkan Publik, Propam Polri Amankan 7 Oknum Brimob dan Janjikan Penanganan Terbuka

Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:30 WIB

Rantis Polisi Brimob Lindas Ojol di Jakarta Pusat, Massa Berteriak Panik

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:18 WIB

Kemenag Gelar MHQ Internasional Pertama Khusus Disabilitas Netra di Jakarta, Peserta Datang dari 12 Negara

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:49 WIB

Lowongan Magang Media Online di Jatengvox.com: Peluang Belajar Jurnalistik untuk Mahasiswa

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:46 WIB

Festival Kota Lama Semarang 2025 Color of Unity Suguhkan Jazz Dunia, Wayang Orang Jalanan, Hingga Pasar Sentiling Nostalgia

Berita Terbaru