Tari Tradisional Berpadu UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UPGRIS Hidupkan Ekonomi Desa di Bergas

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Agu 2026 20:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menghidupkan ekonomi desa di Bergas melalui gelaran Expo UMKM ntas Seni Tari Daerah yang dipadati warna-warni produk lokal serta gerak tari tradisional di kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (25/8/2026). Acara ini menampilkan produk unggulan dari 13 desa di wilayah kecamatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku UMKM setempat untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk mereka langsung kepada masyarakat, mulai dari keripik pisang, madu, buntil, es dawet dan jajanan tradisional lainnya. Selain expo, acara turut dimeriahkan penampilan tari daerah yang dibawakan oleh perwakilan kesenian setiap desa.

Ketua Kelompok KKN UPGRIS Abdul Lutfil Hakim dan Abdullah Nabil Hanif Tajalli, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar pameran, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi pelaku UMKM untuk lebih percaya diri memasarkan produknya.

Baca juga:  Ibu2Canggih dan Daya by Bank SMBC Indonesia Hadirkan Talkshow untuk Dorong Financial Awareness Perempuan Modern

“Kami ingin expo ini bukan cuma seremonial, tapi benar-benar jadi ruang belajar buat pelaku UMKM di sini. Selama beberapa minggu kami dampingi mereka mulai dari kemasan produk sampai cara menyampaikan cerita di balik produknya ke pengunjung,” ujar Abdul Lutfil Hakim

Sementara itu, Kepala Desa Wringinputih, Untung Pambudi, menyambut baik inisiatif mahasiswa karena dinilai membantu geliat ekonomi warga.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa. Selama ini banyak produk warga yang sebenarnya bagus, tapi belum punya wadah untuk dikenalkan. Semoga setelah expo ini, UMKM kami makin dikenal, tidak hanya di kecamatan tapi sampai luar daerah,” ungkap Bapak Untung Pambudi selaku Kepala Desa Wringinputih.

Baca juga:  PT Railink Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Layanan KA Srilelawangsa

Salah satu pelaku UMKM, Ketua Ibu PKK yaitu Ibu Rasiyem, pemilik usaha Ibu Wahyu, mengaku terbantu dengan adanya expo ini karena bisa memperkenalkan produknya ke lebih banyak orang.

“Baru kali ini saya ikut pameran seramai ini. Biasanya jualan cuma dari mulut ke mulut di sekitar rumah, sekarang banyak yang tanya-tanya bahkan minta nomor WhatsApp buat pesan lagi. Senang sekali produk saya bisa dilihat orang banyak,” tutur Ibu Rasiyem selaku Ketua Ibu PKK.

Data kegiatan sebagai berikut:

1. Jumlah UMKM yang berpartisipasi: 13

Baca juga:  KN-T IDBU 52 Pasang Safety Sign dan Papan Larangan Membuang dan Membakar Sampah di RW 05 Mijen, Dukung SDGs 9, 11, dan 13

2. Jumlah desa yang terlibat: 13

3. Estimasi jumlah pengunjung: Kurang lebih 200

4. Jenis produk yang dipamerkan: telur asin, madu, tape singkong, keripik pisang, keripik singkong, jamu, buntil, tahu bakso, snack.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi UMKM di Kecamatan Bergas untuk terus berkembang, tidak hanya dari sisi pemasaran offline. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal ini menjadi contoh nyata bagaimana program KKN dapat memberi dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

 

 

 

Penulis: Abdul Lutfil Hakim dan Abdullah Nabil Hanif Tajalli, mahasiswa KKN kelompok 01

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA