KKN UPGRIS Kelompok 38 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 02 Watuagung

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kelompok 38 kembali melaksanakan program kerja di bidang pendidikan dengan mengadakan sosialisasi anti-bullying di SDN 02 Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada 26 September 2025.

Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga sikap saling menghargai antar teman.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai bentuk perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Mulai dari bullying fisik, seperti memukul dan mendorong; bullying verbal, berupa ucapan kasar atau mengejek; bullying sosial, dengan cara mengucilkan atau menyebarkan gosip; hingga cyberbullying, yang dilakukan melalui media digital.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 11 Kunjungi UMKM Tempe Asyik di Desa Merbuh

Agar siswa lebih memahami dampak buruk dari bullying, mahasiswa mengajak beberapa siswa untuk melakukan simulasi sederhana.

Siswa yang berperan sebagai pelaku dan korban diminta menuliskan perasaannya ketika membully maupun ketika menjadi korban.

Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak dapat merasakan secara langsung bagaimana tidak menyenangkan berada di posisi yang dirugikan.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka berpartisipasi dalam diskusi dan permainan edukatif yang dibawakan.

Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan ini karena sangat membantu dalam membentuk karakter positif dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi semua siswa.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Ikuti Musyawarah Desa Sedayu

Mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 38 berharap melalui sosialisasi ini angka bullying di sekolah dapat berkurang. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya sikap empati, saling menghormati, serta keberanian untuk berkata tidak pada segala bentuk perundungan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru